Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tersangka Pembunuh Siswa SMP di Sikka Diduga Kabur dari RSUD Maumere

MAUMERE, Cinta-news.com – Peristiwa mencengangkan terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. SG, yang merupakan salah satu terduga pelaku dalam kasus pembunuhan keji terhadap STN (14), siswa kelas VIII SMP, secara dramatis melarikan diri. Peristiwa pelarian ini terjadi tepat saat pihak berwenang hendak membawanya menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tc Hillers Maumere, pada Jumat (27/2/2026). Kabar ini sontak membuat gempar publik dan keluarga korban tak bisa menyembunyikan kemarahan mereka.

Polikarpus, yang merupakan perwakilan keluarga korban, dengan nada kecewa menceritakan kronologi kaburnya tersangka. Ia menjelaskan, SG berhasil lolos begitu saja dari pengawasan ketat petugas. Menurut keterangan yang ia himpun, pelaku tidak berpikir dua kali untuk langsung menumpang ojek setelah berhasil melepaskan diri. “Pelaku kabur dengan sangat mudahnya. Dia langsung menumpang ojek. Informasi terbaru yang kami terima, dia sempat terlihat menuju ke rumah keluarganya yang berada di wilayah Nebe. Namun, sekarang kami benar-benar kehilangan jejak, sudah tidak tahu lagi dia lari ke mana,” ujar Polikarpus dengan nada frustrasi, Jumat malam.

Keluarga korban pun meluapkan kekecewaan mereka. Mereka menyesalkan apa yang mereka sebut sebagai kelengahan luar biasa dalam pengamanan terhadap seorang tersangka kasus kriminal berat. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin proses pengawalan yang dilakukan oleh pihak berwenang bisa begitu lemah hingga memudahkan pelarian. Kejadian ini, menurut mereka, menimbulkan tanda tanya besar mengenai standar prosedur pengawalan yang selama ini dijalankan.

Menguak Identitas dan Latar Belakang Tersangka yang Ternyata Seorang Dukun

Siapa sebenarnya SG ini? Ia bukanlah orang sembarangan. SG diketahui merupakan ayah kandung dari FRG, pemuda yang saat ini sudah lebih dulu mendekam di tahanan dan telah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan terhadap STN. Sebelum kabur, polisi berhasil menangkap SG di wilayah persembunyiannya di Nebe, Kabupaten Sikka, pada Selasa (24/2/2026). Penangkapan ini menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut.

Yang lebih menarik perhatian publik adalah profesi SG di masyarakat. Ia dikenal luas sebagai seorang dukun atau praktisi pengobatan tradisional di kampung halamannya. Profesi ini semakin menguatkan dugaan bahwa kasus ini mungkin melibatkan praktik-praktik supranatural atau hal-hal di luar nalar, yang membuat kasus ini semakin kompleks dan mencekam.

Menanggapi kaburnya SG yang sangat krusial ini, pihak kepolisian buka suara. Kasi Humas Polres Sikka, IPDA Leonardus Tunga, dengan sigap menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengecekan internal secara intensif. Ia berjanji akan segera mengusut tuntas kejadian memalukan ini. “Kami tidak tinggal diam. Saat ini kami sedang melakukan cross-check dan konfirmasi lebih mendalam kepada pelaksana teknis di lapangan, yaitu penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Sikka. Kami harus mendapatkan informasi akurat dari mereka. Nanti, setelah semuanya jelas, hasilnya akan kami jelaskan secara resmi kepada rekan-rekan media,” tegas IPDA Leonardus, berusaha menenangkan publik.

Kronologi Awal Kasus yang Mengguncang Sikka: Dari Pinjam Gitar hingga Temuan Jasad di Sungai

Mari kita tarik mundur sejenak ke belakang, ke akar permasalahan yang menggemparkan Kabupaten Sikka ini. Peristiwa nahas ini bermula pada hari Jumat, 20 Februari 2026, saat korban STN yang masih berusia 14 tahun pamit pergi dari rumah. Ia berniat mendatangi rumah kerabatnya yang tak lain adalah FGR, untuk mengambil gitar miliknya yang entah mengapa berada di sana. Namun, waktu terus berjalan, mentari pun tenggelam, hingga menjelang sore hari, STN tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Rasa cemas mulai menyelimuti keluarga.

Keluarga yang semakin gelisah pun mulai bergerak. Sekitar pukul 20.00 WITA, mereka memutuskan untuk mendatangi rumah FGR. Namun, alangkah kagetnya mereka saat FGR mengaku tidak tahu-menahu keberadaan STN. Pencarian sederhana di sekitar rumah kerabat pun tak membuahkan hasil. STN benar-benar hilang tanpa jejak.

Karena tidak kunjung ditemukan, keluarga akhirnya melapor ke Polsek Kewapante pada Minggu (22/2/2026). Bersama polisi dan warga, mereka melakukan pencarian besar-besaran. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pencarian adalah sungai Watuwogat. Saat tim pencari menyusuri sungai, tiba-tiba hidung mereka disergap oleh bau busuk yang sangat menyengat, menusuk hingga ke ulu hati.

Penemuan tragis pun tak terhindarkan. Seorang saksi bernama EM (46) yang ikut dalam pencarian, menemukan sesosok tubuh tak bernyawa di atas tumpukan rerumputan kering dan beberapa batang kayu bambu yang tertumpuk rapi, seolah sengaja disembunyikan. EM yang terkejut setengah mati segera berteriak memanggil warga lainnya. Jasad malang itu tak lain adalah STN, bocah malang yang selama ini mereka cari. Penemuan jasad ini mengakhiri pencarian, tetapi sekaligus membuka luka duka mendalam bagi keluarga.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *