Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Damkar Tangsel Alami Iritasi Usai Padamkan Gudang Pestisida

TANGERANG SELATAN, Cinta-news.com – Para petugas pemadam kebakaran justru menjadi korban usai tugas berbahaya. Mereka pulang dengan derita iritasi kulit, mata perih, dan gangguan pernapasan. Semua ini terjadi setelah mereka memadamkan kebakaran gudang penyimpan pestisida. Kejadian di Kota Tangerang Selatan ini membuktikan betapa heroik dan penuh risiko tugas mereka.

Komandan Pleton Alpha Damkar Tangsel, Gunawan, menyatakan kebakaran ini termasuk yang paling sulit. “Kendala utamanya jelas bahan kimia berbahaya yang terbakar,” paparnya pada Senin (9/2/2026). Dampaknya langsung terasa di tubuh petugas. Selanjutnya, timnya menghadapi situasi yang sangat tidak biasa. Api berkobar dengan dahsyat dan sulit dikendalikan. Lebih parah lagi, metode pemadaman biasa malah memperburuk keadaan. Sebagai contoh, penyiraman air justru memicu api muncul kembali. Bahkan air bisa memicu ledakan kecil. Oleh karena itu, tim damkar harus segera menemukan strategi baru.

Untungnya, tim tidak bertindak gegabah. Mereka merujuk pada MSDS atau lembar data keselamatan material. Dari dokumen itulah mereka menemukan solusi tepat. Petugas damkar akhirnya memadamkan api menggunakan pasir, bukan air. Akibatnya, seluruh strategi operasi berubah total. Mereka mendatangkan tiga truk pasir untuk menutup semua titik api. Menurut Gunawan, metode ini paling aman untuk mencegah reaksi kimia berlanjut. Namun demikian, proses pemadaman jadi memakan waktu lebih lama. Petugas harus bekerja dengan kehati-hatian ekstra. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 16.00 WIB. Perjuangan mereka berlangsung hampir 12 jam dari malam hingga sore. “Sampai berganti shift,” kenang Gunawan. Durasi ini membuktikan stamina dan dedikasi luar biasa para petugas.

Selama proses melelahkan itu, bahaya terus mengintai. Tim medis harus siaga penuh di lokasi kejadian. Pasalnya, beberapa petugas terpapar asap kimia beracun. Dua anggota bahkan membutuhkan pertolongan oksigen darurat. Mereka kesulitan bernapas akibat paparan racun. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tidak ada petugas yang harus dilarikan ke rumah sakit. “Alhamdulillah, sekarang kondisinya sudah sehat,” ujar Gunawan lega. Namun, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Asap tebal di gudang mengandung zat-zat mematikan. Paparan racun tidak hanya berasal dari asap, tetapi juga dari uap dan cairan kimia. “Efeknya langsung ke pernapasan, mata, dan kulit,” jelas Gunawan. Para pahlawan ini benar-benar berhadapan dengan musuh tak terlihat.

Kini, proses pemadaman telah dinyatakan selesai total. Para petugas telah menarik diri dari lokasi kejadian. Meski begitu, satu misteri masih belum terungkap. Penyebab pasti kebakaran ini masih menjadi tanda tanya. Penyebabnya masih dalam penyelidikan mendalam dan belum dapat dipastikan. “Masih dianalisis,” tutup Gunawan. Masyarakat pun masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang. Sementara itu, kejadian ini memberikan pelajaran berharga. Penanganan kebakaran material kimia membutuhkan prosedur khusus dan kewaspadaan tingkat tinggi.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *