MEDAN, Cinta-news.com – Aparat gabungan menggagalkan aksi penyelundupan hewan eksotis. Mereka menangkap tiga orang sindikat. Pelaku membawa ratusan ayam bangkok dan puluhan kambing pygmy secara ilegal. Lokasinya di Deli Serdang, Sumatera Utara. Hewan-hewan ini diduga kuat berasal dari Thailand.
Pengungkapan kasus ini terjadi pada Senin (2/2/2026). Badan Karantina, Bea Cukai, dan Polda Sumut langsung bergerak. Mereka menuju sebuah gudang tersembunyi di Desa Aras Kabu.
Di lokasi, petugas menemukan satu unit minibus Toyota Hiace. Mobil itu memuat 173 ekor ayam bangkok dan 20 ekor kambing pygmy. Sriyanto dari Karantina Hewan mengonfirmasi temuan ini. Pernyataannya ia sampaikan pada Kamis (5/2/2026).
Pihaknya menduga hewan-hewan itu berasal dari Thailand. Petugas menemukan segel berhuruf Thailand. Modusnya diduga melalui pelabuhan tidak resmi. Rutenya dari Thailand ke Aceh Tamiang. Kemudian, sindikat mengirimkannya ke Sumut via darat.
Para pelaku mengangkut hewan dengan mobil Hiace biasa. Mereka memodifikasi kotak untuk mengelabui petugas. Namun, taktik mereka akhirnya terbongkar.
Kini, ketiga terduga pelaku menjalani pemeriksaan intensif. “Proses ini masih dalam penyelidikan,” tegas Sriyanto.
Asal kambing pygmy menyimpan misteri. Sriyanto menjelaskan bahwa kambing pygmy endemik Afrika. Jadi, jaringan perdagangan ilegal lintas negara mungkin membawanya dari Afrika lewat Thailand.
Badan Karantina akan memusnahkan semua hewan ilegal. Keputusan ini karena risiko penyakit yang tinggi. Padahal, nilai ekonominya mencapai Rp3,8 miliar.
“Ayam berpotensi membawa flu burung,” papar Sriyanto. Flu burung sangat menular dan mematikan. Sementara, kambing pygmy bisa membawa penyakit PPR. Penyakit ini belum pernah ada di Indonesia.
“PPR menyerang kambing dan domba. Gejalanya diare, sesak napas, dan luka di mulut. Penyakit ini sangat menular dan mematikan. Kita tidak boleh mengambil risiko,” tutup Sriyanto. Langkah pemusnahan ini bertujuan melindungi kesehatan hewan nasional.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











