Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Macan Tutul Ditembak, Dedi Mulyadi Minta Aparat Bergerak Cepat!

BANDUNG, Cinta-news.com – Sebuah tindakan biadab baru saja mengguncang Jawa Barat! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara. Ia langsung mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak super cepat. Desakan ini menyusul kasus penembakan macan tutul di Gunung Sanggabuana, Karawang. Dedi menilai peristiwa keji ini cuma puncak gunung es. Menurutnya, ini membuktikan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap perburuan satwa langka di kawasan konservasi. Bayangkan, satwa yang harusnya dilindungi malah jadi sasaran empuk!

Tak main-main, mantan Bupati Purwakarta yang dikenal blak-blakan ini mengaku sudah pegang bukti kuat. Ternyata, ia telah menerima video yang memperlihatkan aktivitas perburuan liar di Gunung Sanggabuana. Nah, bukti panas ini akan segera ia serahkan langsung ke Kapolda Jawa Barat. Video itu akan menjadi modal utama untuk mengusut tuntas para pelaku kejahatan lingkungan. Dia bahkan yakin penyelesaiannya bisa kilat. “Kan sudah ada tayangan videonya. Nah tayangan videonya nanti akan saya sampaikan ke Pak Kapolda. Saya yakin Pak Kapolda Jabar itu cukup waktu 1×24 jam itu selesai,” tegas Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam. Artinya, waktu berburu para pelaku sudah habis!

Lebih dalam lagi, Dedi mengungkap sebuah fakta mencengangkan. Ternyata, praktik perburuan liar di kawasan Gunung Sanggabuana bukanlah hal baru. Bahkan, ia menduga keras aktivitas ilegal ini sudah berlangsung lama. Kondisi ini membuat kawasan konservasi itu jadi seperti ‘supermarket’ gratis bagi para pemburu. “Problem kita dari dulu itu satu, pembiaran,” ujarnya prihatin. Makanya, dia mengharapkan seluruh jajaran aparat di Sanggabuana untuk main tegas. Tindakan tegas harus diberikan kepada siapa pun yang nekat masuk untuk berburu. Kalau dibiarkan, nasib satwa lain akan sama tragisnya.

Tak cuma menyalahkan, Dedi juga menyoroti dengan tajam peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Menurut dia, lembaga ini harus segera memperkuat langkah penindakan di lapangan. Walaupun begitu, Dedi mengakui ada kendala klasik yang menghantui. Utamanya, keterbatasan jumlah personel dan kondisi polisi hutan yang memprihatinkan menjadi penghalang serius. Hal ini menghambat pengawasan kawasan konservasi. Dia blak-blakan mengungkap realita di lapangan. “Jujur saja, saya tahu lapangan. Rata-rata memang tidak bertindak tegas. Polisi hutannya sudah tua-tua, tidak bersenjata lagi,” ujarnya tanpa tedeng aling-aling. Bayangkan, melawan pemburu bersenjata hanya dengan nyali?

Namun, di tengah kritik pedas itu, sang gubernur ternyata sudah menyiapkan solusi nyata. Selain terus mendorong proses hukum, Dedi menyampaikan rencana konkret. Rencananya, ia akan menambah jumlah polisi hutan. Langkah ini untuk memperkuat ‘pertahanan’ di Gunung Sanggabuana. Harapannya jelas, langkah strategis ini dapat memutus mata rantai praktik perburuan satwa dilindungi. Praktik ini masih sering terjadi. Baginya, kasus memilukan ini wajib jadi momentum perubahan besar. Momentum ini harus memperbaiki sistem penegakan hukum di kawasan konservasi. “Saya harapkan seluruh jajaran aparat di Sanggabuana melakukan tindakan-tindakan yang tegas terhadap siapapun yang masuk untuk berburu,” pungkasnya dengan nada tegas.

Lalu, seperti apa kondisi macan tutul malang itu? Sebelumnya diberitakan, seekor Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera trap. Kondisinya benar-benar menyayat hati. Satwa langka kebanggaan Indonesia itu terpaksa berjalan dengan kaki depan pincang. Badannya juga terlihat kurus kering. Bukan sakit biasa, satwa malang itu diduga kuat menjadi korban penembakan liar. Berdasarkan video dari Sanggabuana Wildlife Ranger, terlihat jelas macan tutul itu berjalan tertatih. Tubuhnya sungguh kurus. Lebih ngeri lagi, terdapat luka menganga di kaki bagian depannya. Dugaan kuat menyebut peluru senapan para pemburu liar tak berperasaan menghantam kakinya. Video inilah yang akhirnya membuka mata banyak pihak!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *