Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polda NTT Umumkan Nakhoda dan Seorang ABK sebagai Tersangka Tragedi Kapal Pelatih Valencia

LABUAN BAJO, Cinta-news.com – Akhirnya, Polda NTT mengambil langkah tegas! Mereka menetapkan dua orang tersangka dalam tragedi kecelakaan kapal KLM Putri Sakinah. Sebagai informasi, musibah ini sebelumnya merenggut nyawa pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras, dan tiga anaknya. Kemudian, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, memaparkan bahwa gelar perkara ini merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi tertanggal 30 Desember 2025.

Selanjutnya, Henry menjelaskan prosesnya. “Berdasarkan hasil gelar perkara yang melibatkan unsur Ditreskrimsus, Propam, dan pengawasan internal, kami sepakati penetapan dua tersangka,” ujar Hendry saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026). Lebih lanjut, ia menerangkan identitas kedua tersangka. Mereka adalah nakhoda kapal berinisial L dan ABK mesin berinisial M. Keduanya diduga kuat berperan dalam kecelakaan ini.

Selain itu, Henry membeberkan alasan penetapan tersangka. “Kami lakukan penetapan ini setelah penyidik memaparkan hasil penyelidikan awal,” katanya. Pemaparan itu mencakup keterangan saksi, analisis ahli, dan alat bukti lainnya. Kemudian, pihaknya menjerat kedua tersangka dengan Pasal 359 KUHP juncto Pasal 330 dan Pasal 20 huruf c KUHP baru. Pasal-pasal tersebut mengacu pada kelalaian yang menyebabkan orang meninggal.

Berdasarkan hal itu, penyidik menyampaikan kesimpulannya. “Penyidik kami nilai terdapat unsur kelalaian dalam pengoperasian kapal. Kelalaian ini akhirnya mengakibatkan kecelakaan laut dengan korban jiwa,” tegas Henry. Sebagai catatan, KM Putri Sakinah yang mengangkut pelatih Valencia beserta keluarganya tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat, 26 Desember 2025.

Tidak berhenti di situ, kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam. Peristiwa nahas itu merenggut nyawa pelatih dan tiga anaknya. Hingga hari ke-14, tim pencarian masih berusaha menemukan satu anaknya yang hilang, sementara mereka telah menemukan tiga korban lainnya dalam kondisi meninggal dunia.

Analisis kami menunjukkan bahwa penetapan tersangka ini membuktikan keseriusan aparat. Proses hukum yang transparan melibatkan banyak pihak internal kepolisian. Penjelasan rinci tentang pasal yang menjerat juga mengedukasi publik tentang konsekuensi kelalaian di laut. Tragedi ini menjadi pengingat pilu bagi semua operator kapal wisata tentang pentingnya standar keselamatan.

Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak berefleksi. Kecelakaan ini seharusnya bisa dicegah! Keahlian dan kewaspadaan nakhoda serta kru adalah garis pertahanan pertama. Penerapan prosedur keselamatan secara ketat merupakan kewajiban mutlak. Bagi keluarga korban, keputusan hukum ini semoga menjadi awal proses keadilan. Mari jadikan tragedi ini sebagai pelajaran agar nyawa tak lagi menjadi korban.

Akhirnya, masyarakat masih menantikan perkembangan proses hukum ini. Apakah kelalaian yang diduga murni kesalahan teknis? Tim penyidik pasti masih bekerja keras mengungkap setiap detailnya. Sementara itu, pencarian untuk korban yang masih hilang tetap berlanjut. Kami akan terus memantau dan memberikan informasi terpercaya kepada Anda. Ikuti terus update-nya hanya di sini!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *