Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Warga dan Polisi Gagalkan Aksi Pencurian Baut Rel di Blitar, Pelaku Beraksi hingga 5 Lokasi

Cinta-news.com – Suara dentuman keras yang menggema dari jembatan rel kereta api di Desa Kalipucung, Blitar, ternyata membongkar aksi kriminal nekat. Suara itu mengancam langsung keselamatan ribuan jiwa. Warga setempat kemudian berhasil mengepung seorang pria berinisial DA (26) yang kedapatan sedang mempreteli baut penambat rel pada Rabu pagi. Kita harus memahami bahwa aksi ini sama sekali bukan pencurian besi tua biasa. Sebaliknya, aksi ini merupakan sabotase transportasi publik yang sangat berbahaya dan berpotensi besar memicu kecelakaan kereta api yang mengerikan.

Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa, menguraikan kronologi kejadian yang berawal dari kewaspadaan warga. Pada pukul 09.00 WIB, masyarakat sekitar Lapangan Bhirawa mulai curiga dengan dua orang yang beraktivitas tidak wajar di jalur rel. Sementara satu orang terlihat duduk mengawasi situasi, rekannya yang lain aktif memukul-mukul baut rel hingga menimbulkan suara nyaring. “Saat petugas kami tiba di lokasi,” ungkap AKP Nurbudi, “warga telah mengamankan satu pelaku. Namun, satu rekan pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini resmi kami tetapkan sebagai DPO.”

Dalam proses penggeledahan, polisi menemukan 13 buah baut rel yang tersembunyi rapi dalam gulungan kaus di dalam karung putih. Petugas juga menyita barang bukti vital berupa tang potong dan cukit. Pelaku menggunakan alat-alat itu untuk mencongkel komponen penting tersebut. Anda pasti terkejut karena fakta di lapangan ternyata lebih mengerikan. Hasil pengembangan penyidikan mengungkap bahwa sang pelaku mengaku telah beraksi di lima titik berbeda sepanjang jalur Blitar-Rejotangan. Itu artinya, bahaya sempat mengintai di banyak tempat!

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, tegas membeberkan dampak mengerikan dari aksi ini. Total komponen vital yang hilang mencapai 108 buah baut penambat rel! Pelaku diketahui menyasar titik-titik dari KM 127 hingga KM 133. “Tindakan ini jelas merupakan kejahatan serius yang mengancam nyawa ribuan penumpang,” tegas Tohari. “Kami tegaskan, baut penambat adalah komponen vital penjaga kestabilan rel. Bayangkan jika puluhan baut hilang, kereta bisa anjlok kapan saja! Oleh karena itu, ini bukan soal nilai besi tua seharga Rp 4,1 juta, melainkan soal keselamatan manusia yang tidak ternilai.”

Pihak KAI Daop 7 Madiun mengecam keras aksi sabotase tersebut. Mereka menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polres Blitar Kota untuk menindak tegas. Saat ini, aparat telah menjerat pelaku dengan pasal pencurian dengan pemberatan yang ancamannya sangat berat. Kepolisian aktif mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Masyarakat harus segera melapor melalui layanan darurat jika melihat aktivitas mencurigakan di sepanjang jalur rel kereta api. Dengan begitu, kerja sama ini dapat mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *