Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Didukung Militer, AS Akan Kelola Langsung Venezuela Setelah Ringkus Maduro

PALM BEACH, Cinta-news.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan menyatakan, negaranya bakal mengambil alih kendali penuh atas Venezuela. Pernyataan bombastis ini ia sampaikan langsung menyusul operasi spektakuler yang berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2026). “Tanpa basa-basi, kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” tegas Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida.

Lebih lanjut, Trump dengan jelas menyebutkan, pihaknya sama sekali tidak ingin lagi berurusan dengan kelompok-kelompok lama yang selama ini memegang kendali di Venezuela. “Kami sudah muak berhadapan dengan orang-orang yang berkuasa sebelumnya. Situasi ini persis seperti yang kami hadapi bertahun-tahun. Karena itulah, sekarang kami yang akan menjalankan negara ini,” ujarnya dengan nada tegas. Namun, perlu Anda catat, Trump dengan sengaja tidak merinci batas waktu transisi kekuasaan ini.

Pada kesempatan yang sama, Trump kemudian mengungkap skenarionya. Tampil percaya diri, presiden ke-47 AS itu membeberkan bahwa sejumlah pejabat tinggi Amerika akan langsung memegang kendali sementara untuk mengelola Venezuela. Mereka tidak lain adalah Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang bakal membentuk tim khusus. “Sementara ini, sebagian besar operasi akan dijalankan oleh orang-orang hebat di belakang saya. Kita akan menjalankannya. Kita akan mengembalikan Venezuela,” seru Trump sambil menunjuk Rubio, Hegseth, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Ia lalu menambahkan dengan penuh keyakinan, “Rubio dan Hegseth akan menjadi ujung tombak yang bekerja sama dengan rakyat Venezuela. Tugas utama mereka adalah memastikan kita memperbaiki situasi di sana secepatnya.” Pernyataan-pernyataan ini secara langsung menanggapi kekosongan kekuasaan yang bakal terjadi di Venezuela selama Maduro menjalani proses hukum di AS.

Menariknya, Trump juga sama sekali tidak menutup-nutupi peluang penggunaan kekuatan militer AS. Dengan lantang ia menegaskan, “Kita tidak takut untuk menempatkan pasukan di lapangan jika diperlukan.” Selanjutnya, Trump dengan gamblang menyatakan rencana besar membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela yang porak-poranda. Ia menekankan, perusahaan minyak swasta akan membiayai langsung proyek raksasa tersebut. Meski belum ada batas waktu pasti, Trump bersikukuh bahwa kehadiran AS di Venezuela akan bertahan hingga negara itu benar-benar kembali ke jalurnya.

Operasi Dramatis: Delta Force Serbu Kamar Tidur Maduro!

Kronologi penangkapan ini sungguh dramatis. Pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS sukses menangkap Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam operasi tengah malam yang digelar di Caracas. Dua sumber intelijen mengungkapkan, pasukan khusus menyergap pasangan tersebut saat sedang terlelap. Mereka lalu menyeret Maduro dan Flores keluar dari kamar tanpa mendapat perlawanan berarti. Seorang pejabat AS mengklaim, operasi ini berjalan sangat cepat dan lancar. Operasi tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa di pihak militer AS.

Setelah itu, Trump dengan bangga mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya kini sedang dalam perjalanan menuju New York dengan menumpang kapal induk legendaris, USS Iwo Jima. “Benar, Iwo Jima, mereka sekarang ada di atas kapal,” kata Trump dalam wawancara eksklusif dengan Fox News. “Helikopter kami membawa mereka keluar, dan sekarang mereka menikmati penerbangan yang menyenangkan—saya yakin mereka menyukainya. Tapi ingat, di balik itu, mereka telah membunuh banyak orang,” tambahnya dengan sindiran tajam.

Di hari yang sama, Jaksa Agung AS Pam Bondi secara resmi menjatuhkan empat dakwaan berat kepada Maduro. Keempat tuduhan tersebut adalah: Konspirasi Terorisme NarkobaKonspirasi Impor KokainKepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak, serta Konspirasi untuk Memiliki Senapan Mesin dan Alat Perusak terhadap Amerika Serikat. “Mereka akan segera menghadapi kemurkaan dari keadilan Amerika sepenuhnya di pengadilan Amerika,” tegas Bondi. Namun, ia belum mengumumkan dakwaan untuk istri Maduro. “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada militer kita yang berani. Misi luar biasa dan sangat sukses ini berhasil meringkus kedua terduga pengedar narkoba internasional ini,” pujinya.

Akar Masalah: Tuduhan “Negara Narkoba” hingga Perang Minyak

Lantas, apa sebenarnya alasan di balik penangkapan spektakuler ini? Menurut klaim Trump, operasi militer di Venezuela memang dirancang singkat tetapi intens. Target utamanya hanya satu: menangkap Maduro hidup atau mati. Sebelum serangan dilancarkan, Washington telah lebih dulu menuduh Maduro memimpin “negara narkoba” serta memanipulasi hasil pemilihan presiden 2024. Kelompok oposisi Venezuela sendiri meyakini kemenangan telak mereka, tetapi rezim Maduro mencuri dan membatalkan kemenangan tersebut.

Maduro, mantan sopir bus berusia 63 tahun yang merupakan penerus didikan Hugo Chavez, tentu saja membantah semua tuduhan ini. Dengan lantang, ia menyebut semua tudingan AS hanyalah dalih belaka. Tujuannya jelas: menguasai cadangan minyak Venezuela yang termasuk terbesar di dunia. Di sisi lain, Trump juga menuding Venezuela menjadi jalur transit utama kokain serta menyumbang pada krisis fentanil yang melanda AS. Oleh karena itu, Washington tak ragu menetapkan dua kelompok kriminal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai Organisasi Teroris Asing. Bahkan, Trump menuding Maduro langsung memimpin Cartel de los Soles. Sementara itu, pemerintah Venezuela menilai semua tuduhan ini sebagai upaya politisasi perang narkoba. Mereka yakin AS sengaja mendesain semua ini untuk menggulingkan pemerintahan sah di Caracas.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (4)

  1. **tonic greens**

    tonic greens is a cutting-edge health blend made with a rich fusion of natural botanicals and superfoods, formulated to boost immune resilience and promote daily vitality.

  2. **oradentum**

    oradentum is a comprehensive 21-in-1 oral care formula designed to reinforce enamel, support gum vitality, and neutralize bad breath using a fusion of nature-derived, scientifically validated compounds.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *