Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pramono Anung Tambah 4 Sekolah Revitalisasi 2026, Anggaran Rp249 Miliar

JAKARTA, Cinta-news.com – Kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan Ibu Kota! Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara mengejutkan memutuskan untuk menambah empat sekolah dalam daftar revitalisasi tahun 2026. Keputusan ini sontak menyulut antusiasme warga Jakarta, terutama setelah salah satu sekolah yang masuk dalam prioritas, yaitu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan, selama dua tahun terakhir teronggok memprihatinkan dengan kondisi bangunan yang rusak parah dan nyaris terlantar.

Bayangkan, selama 24 bulan penuh, para siswa dan guru di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 harus bertahan di tengah keterbatasan fasilitas yang jauh dari kata layak. Dinding yang retak, atap yang bocor, dan ruang kelas yang tidak representatif menjadi pemandangan sehari-hari. Namun, kini angin segar akhirnya berhembus! Setelah sekian lama terabaikan, sekolah ini mendapatkan perhatian istimewa dari pemimpin tertinggi DKI Jakarta. Pramono Anung tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan klasik yang selama ini menghantui dunia pendidikan di wilayah Selatan Jakarta tersebut.

Gebrakan Baru Pemprov DKI: Dari 7 Menjadi 11 Sekolah!

Menurut penuturan Pramono Anung, keputusan strategis ini diambil setelah beliau menerima laporan komprehensif dari dua dinas vital, yaitu Dinas Pendidikan serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata). Kedua instansi tersebut sebelumnya telah melakukan peninjauan lapangan dan melaporkan kondisi darurat yang dialami oleh sejumlah sekolah di berbagai titik di Jakarta. Tanpa menunggu waktu lama, Pramono langsung menginstruksikan penambahan anggaran dan memperluas cakupan revitalisasi.

“Kemarin setelah dilaporkan oleh Dinas Pendidikan dan juga Citata, saya memutuskan untuk menambah empat sekolah yang akan diselesaikan tahun ini. SD Negeri Kebayoran Lama itu nomor delapan,” tegas Pramono dengan nada mantap saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026).

Keputusan ini tentu saja menjadi kejutan sekaligus angin segar bagi para orang tua dan tenaga pendidik. Pasalnya, dengan tambahan empat sekolah tersebut, maka total sekolah yang akan menjalani proses revitalisasi pada tahun 2026 ini melonjak drastis dari sebelumnya hanya tujuh sekolah menjadi 11 sekolah. Pramono menjelaskan bahwa sebelumnya target awal Pemprov DKI sebenarnya jauh lebih besar, namun terkendala oleh kondisi fiskal yang tidak terduga.

Anggaran Jumbo Rp249 Miliar Siap Dikerahkan!

Tidak tanggung-tanggung, Pramono Anung bersama jajarannya telah menggelontorkan dana segar yang sangat signifikan, yaitu sekitar Rp249 miliar, untuk merevitalisasi keempat sekolah tambahan tersebut. Jumlah ini bukanlah angka kecil dan menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan. Lantas, sekolah mana saja yang beruntung mendapatkan prioritas utama ini? Selain SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang sudah sangat dinantikan perbaikannya, daftar tersebut juga mencakup SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN dan TK Negeri Papanggo 01.

Kehadiran SMA Negeri 102 Jakarta dalam daftar ini juga menarik perhatian, mengingat sekolah menengah atas tersebut selama ini juga dikenal memiliki keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran. Sementara itu, SDN Cempaka Putih Barat 03 dan SDN dan TK Negeri Papanggo 01 turut menjadi sorotan karena lokasinya yang strategis namun membutuhkan sentuhan peremajaan agar mampu menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal. Bayangkan, ketika proyek ini selesai, ribuan siswa akan menikmati ruang kelas baru yang nyaman, laboratorium modern, serta lingkungan sekolah yang hijau dan aman!

Dibalik Layar: Evaluasi Ulang dan Pemotongan DBH

Pramono Anung pun membuka tabir mengenai latar belakang kebijakan ini. Ia mengungkapkan bahwa penambahan empat sekolah dilakukan setelah Pemprov DKI melakukan evaluasi ulang secara mendalam terhadap target revitalisasi yang sebelumnya sempat dikurangi akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Ceritanya, Pemprov DKI sebenarnya telah mengalokasikan anggaran fantastis untuk merevitalisasi 22 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun 2026. Namun, kabar buruk datang ketika terjadi pemotongan DBH yang cukup besar, sehingga target ideal tersebut terpaksa dipangkas drastis hingga hanya tersisa tujuh sekolah yang bisa dikerjakan.

“Tetapi karena kemudian ada pemotongan DBH, dana bagi hasil, dari 22 itu menjadi tujuh yang dijalankan,” ungkap Pramono dengan nada optimistis. Namun, sebagai pemimpin yang responsif, Pramono tidak ingin membiarkan nasib puluhan sekolah lainnya terkatung-katung. Ia pun memutar otak dan mencari celah anggaran untuk tetap bisa mengakomodasi sekolah-sekolah yang paling membutuhkan penanganan darurat. Hasilnya, keempat sekolah tadi berhasil “diselamatkan” dan masuk dalam daftar prioritas revitalisasi tahun ini.

Target Agustus: Administrasi Rampung, Pembangunan Segera Dimulai!

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Pramono adalah target waktu. Ia menargetkan sepanjang Agustus 2026, seluruh proses administrasi akan dituntaskan oleh Pemprov DKI. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk memastikan tidak ada kendala hukum maupun teknis di kemudian hari. Proses administrasi yang dimaksud meliputi penghapusan bangunan sekolah yang rusak dari daftar aset pemerintah. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan persoalan rumit dalam proses audit keuangan negara di masa mendatang.

Setelah seluruh dokumen beres dan proses penghapusan aset tuntas, pemerintah akan segera menunjuk kontraktor pelaksana yang kredibel dan berpengalaman untuk mengerjakan proyek revitalisasi ini. Dengan rampungnya proses administrasi tersebut, revitalisasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan tiga sekolah lainnya dipastikan dapat segera dimulai pada tahun ini. Jangan kaget jika dalam beberapa bulan ke depan, kita akan melihat proyek-proyek pembangunan yang menggembirakan di keempat lokasi tersebut!

Tentunya, keputusan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan. Para orang tua murid di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 bahkan tidak dapat menyembunyikan rasa lega dan bahagia. Setelah dua tahun menanti, impian untuk melihat anak-anak mereka belajar di lingkungan yang layak akhirnya akan terwujud. Mereka berharap proses revitalisasi berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga hasilnya bisa segera dinikmati pada tahun ajaran mendatang.

Di sisi lain, langkah Pramono ini juga menunjukkan bahwa pemprov tidak hanya fokus pada pembangunan gedung-gedung megah, tetapi juga peduli pada infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda. Dengan pendekatan yang humanis dan keputusan yang cepat, Pramono Anung berhasil mengubah skenario suram menjadi kabar baik yang dinanti-nanti. Revitalisasi sekolah bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kini, semua mata tertuju pada Dinas Pendidikan dan Dinas Citata untuk memastikan bahwa anggaran Rp249 miliar yang digelontorkan benar-benar digunakan secara efektif dan efisien. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama agar proyek ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan benar-benar membawa perubahan nyata bagi dunia pendidikan di Jakarta.

Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses revitalisasi ini. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan sekolah-sekolah ini adalah keberhasilan kita bersama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas. Mari kita nantikan gebrakan berikutnya dari Gubernur DKI Jakarta yang terus berinovasi demi kemajuan Ibu Kota!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *