Cinta-news.com – Jagat maya mendadak heboh! Sebuah unggahan yang memperlihatkan anggota TNI dengan sigap mengemudikan truk tangki milik Pertamina di Sumatera Utara langsung menyita perhatian publik. Video yang diunggah akun X @Cak* pada Rabu (15/7/2026) itu sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, terlihat jelas para prajurit TNI duduk di balik kemudi kendaraan pengangkut BBM. Narasi yang menyertai unggahan itu menyebutkan bahwa langkah berani ini diambil untuk mengatasi krisis distribusi bahan bakar minyak yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumut.
“TNI mulai bergerak! Jadi sopir tangki Pertamina, krisis distribusi BBM di Sumut mulai diatasi,” demikian keterangan yang memicu beragam reaksi dari warganet.
Namun, benarkah anggota TNI benar-benar diterjunkan sebagai pengemudi truk tangki Pertamina? Mari kita bedah fakta selengkapnya!
Pertamina Buka Suara: TNI Memang Dilibatkan!
Setelah video tersebut viral, PT Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, dengan tegas membenarkan bahwa personel TNI memang dilibatkan untuk membantu proses distribusi BBM di Sumatera Utara.
“Dalam rangka mempercepat distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara, Pertamina menggandeng Bekang TNI dan Kodam I/Bukit Barisan untuk memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT) selama proses normalisasi distribusi,” ungkap Fahrougi dengan nada optimis, Rabu.
Menurut penjelasannya, langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya percepatan normalisasi distribusi BBM. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi yang cukup krusial.
Fahrougi menambahkan bahwa kolaborasi antara Pertamina dan TNI ini tidak sekadar formalitas. Pihaknya memastikan bahwa setiap proses distribusi tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dengan kata lain, keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan truk tangki yang dikemudikan oleh personel TNI.
Yang lebih melegakan, Fahrougi memastikan bahwa stok BBM di fuel terminal, khususnya Medan Group, masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Jadi, persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM, melainkan murni kendala pada proses distribusi ke SPBU. Kabar baik ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Sumut yang mulai resah!
Akar Masalah: Pemberhentian Massal Pengemudi
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dengan sigap memberikan klarifikasi terkait situasi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa antrean panjang yang mengular di sejumlah SPBU di Medan sama sekali bukan dipicu oleh kelangkaan BBM. “Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” tegas Bobby dengan nada meyakinkan, Rabu.
Pernyataan ini langsung meluruskan spekulasi liar yang beredar di masyarakat. Jadi, akar permasalahan sebenarnya terletak pada terganggunya rantai distribusi dari terminal menuju SPBU. Penyebabnya? Pemberhentian massal yang dilakukan oleh para pengemudi mobil tangki!
Akibat dari aksi pemberhentian massal tersebut, banyak truk tangki tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Dampaknya pun langsung terasa: pasokan BBM ke sejumlah SPBU mengalami keterlambatan yang cukup signifikan. Alhasil, antrean kendaraan terjadi di berbagai SPBU, terutama di Kota Medan dan wilayah sekitarnya. Bahkan, beberapa SPBU sempat kehabisan stok karena pasokan pengganti belum tiba dari terminal. Situasi ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi masyarakat yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Bobby menjelaskan bahwa persoalan distribusi tersebut berkaitan dengan masalah internal antara Pertamina dan para pengemudi mobil tangki. Namun, yang terpenting, ia kembali menegaskan bahwa stok BBM di Sumatera Utara masih dalam kondisi aman. “Karena ada pemberhentian massal, truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi. Maka dari itu kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina, petugas TNI dan polisi untuk menjadi driver dan mengantar serta mengecek pengamanan pasokan BBM,” jelasnya.
Antrean Panjang Picu Kepanikan Warga
Gubernur Bobby juga menyoroti dampak psikologis yang ditimbulkan oleh antrean panjang di SPBU. Menurutnya, situasi ini sempat memicu kekhawatiran yang cukup besar di kalangan masyarakat. Sebagian warga bahkan membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena khawatir pasokan akan semakin sulit diperoleh. Perilaku ini tentu semakin memperparah situasi dan menambah panjang antrean.
Menyadari urgensi situasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat. Mereka berkoordinasi intensif dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk menyiapkan pengemudi sementara. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu proses perekrutan pengemudi baru selesai dilakukan.
“Jadi TNI-Polri ini untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini TNI-Polri sudah siap untuk itu,” ujar Bobby dengan penuh ketegasan.
TNI-Polri Siaga Penuh
Yang menarik, personel TNI dan Polri tidak hanya akan bertugas mengemudikan mobil tangki. Mereka juga akan membantu pengamanan selama proses distribusi BBM dari terminal hingga ke SPBU. Ini menunjukkan sinergi yang solid antara berbagai instansi dalam mengatasi krisis distribusi yang terjadi.
“Jadi kami minta mulai malam ini TNI-Polri sudah siap jumlah personelnya. Untuk pengontrolan, Pertamina sedang berkoordinasi berapa jumlah yang dibutuhkan. Pemerintah siap meng-cover sementara,” tambah Bobby.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah kini tinggal menunggu kebutuhan personel dari Pertamina. “Sampai dengan hari ini, kami minta disiapkan TNI-Polri untuk menjadi pengantar, driver, dan tim pengamannya siap. Kalau butuh 20 atau berapa orang, kami siap,” pungkasnya dengan nada penuh keyakinan.
Situasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan aparat keamanan dapat berjalan dengan baik ketika menghadapi krisis. Kehadiran TNI sebagai pengemudi truk tangki Pertamina bukan hanya solusi praktis, tetapi juga menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam membantu mengatasi persoalan yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dengan langkah-langkah cepat yang telah diambil, diharapkan distribusi BBM di Sumatera Utara dapat segera normal kembali dalam waktu dekat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











