KULON PROGO, Cinta-news.com – Kabar gembira membawa angin segar bagi pecinta film dan nostalgia di Kulon Progo! Eks Bioskop Mandala yang selama bertahun-tahun terlelap dalam sunyi, kini berdetak kembali dengan semangat baru.
Gedung ikonik yang berdiri gagah di jantung Kota Wates ini menyimpan sejuta memori kejayaan masa lampau. Bukan sekadar tumpukan bata dan semen tua, melainkan saksi bisu gemerlapnya hiburan masa lalu yang kini bersiap menyapa generasi baru.
Lurah Wates, Sapto Iswandono, dengan penuh antusiasme mengungkapkan bahwa lokasi strategis bioskop ini hanya berjarak sepelemparan batu dari Kantor Kelurahan Wates. “Bayangkan, masyarakat akan kembali merasakan pengalaman membeli tiket, memasuki ruang gelap yang memukau, dan larut dalam cerita-cerita epik di layar lebar. Rencananya memang bioskop akan diaktifkan kembali seperti dulu, jadi masyarakat bisa kembali membeli tiket dan menonton film di dalam gedung bioskop,” ujarnya dengan mata berbinar saat ditemui Rabu (8/7/2026).
Geliat kebangkitan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram resmi Kelurahan Wates pada awal Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, tampak berlangsungnya konsultasi publik yang digelar di balai desa—sebuah pertemuan penting yang menghadirkan calon investor dan pengelola bioskop masa depan. Suasana hangat dan penuh harapan mewarnai diskusi yang berlangsung saat itu.
Kenangan Manis di Lorong Kenangan
Bagi Sapto, gedung Bioskop Mandala bukanlah sekadar konstruksi fisik tanpa jiwa. Bangunan itu menyimpan album kenangan indah masa kecilnya yang tak ternilai harganya. Matanya tampak menerawang jauh ketika mengingat kembali suasana hiruk-pikuk Bioskop Mandala yang selalu dibanjiri pengunjung dari berbagai penjuru. Tempat ini diperkirakan mencapai puncak kejayaannya pada era 1980-an hingga 1990-an, menjadi primadona hiburan masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya.
“Mandala itu waktu saya masih kecil ramai sekali. Banyak orang datang berbondong-bondong untuk menonton film. Antrean panjang membentang di depan loket, tawa dan obrolan riuh memenuhi lorong gedung,” kenang Sapto yang kini menginjak usia 45 tahun dengan nada rindu yang menggelayut.
Menurut penuturan Sapto, surutnya kejayaan Bioskop Mandala terjadi seiring dengan pergeseran pola hiburan masyarakat. Ketika teknologi VCD mulai merambah rumah-rumah warga, membawa tontonan langsung ke ruang keluarga, perlahan namun pasti, pesona bioskop klasik ini mulai meredup. “Dulu mulai sepi semenjak ada VCD. Setelah itu bioskop juga ikut sepi,” jelasnya sambil menghela napas.
“Dulu waktu saya masih kecil, nonton di Mandala itu pengalaman yang luar biasa. Tapi entah mengapa, mungkin waktu saya SMA atau sekitar itu, mulai terasa sepi. Penonton satu per satu menghilang, digantikan oleh keheningan,” ujarnya dengan ekspresi haru bercampur rindu.
Wajah Baru, Harapan Baru
Setelah bertahun-tahun terpuruk dan hanya menjadi bangunan penyimpan kenangan kelam, kini gedung megah itu berpeluang besar untuk bangkit dari keterpurukan. Revitalisasi yang direncanakan tidak tanggung-tanggung—bioskop ini akan bertransformasi menjadi pusat hiburan modern yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung kekinian, seperti kafe kekinian yang cozy hingga area biliar yang seru bagi generasi milenial.
Mimpi Besar Membangkitkan Denyut Kota
Sapto menaruh harapan besar pada wajah baru bioskop ini. Ia membayangkan bagaimana tempat tersebut mampu menjadi katalis kebangkitan suasana Kota Wates yang sempat kehilangan magnetnya. “Bayangkan, dulu mungkin film yang diputar masih film-film lawas dengan teknologi sederhana. Sekarang teknologinya tentu lebih canggih dan filmnya juga terbaru. Mudah-mudahan masyarakat kembali tertarik datang sehingga Kota Wates kembali ramai,” katanya dengan penuh keyakinan.
Tak hanya sebagai ruang hiburan, Sapto juga berharap keberadaan bioskop dapat membuka pintu rezeki bagi warga sekitar melalui lapangan pekerjaan yang tercipta. “Harapan kami nanti ada rekrutmen pegawai. Kalau memungkinkan, warga dari wilayah Wates bisa ikut bekerja di sana. Ini kesempatan emas bagi putra-putri daerah,” tambahnya.
Proses Administrasi Menuju Nyata
Margareta Ettik Dwi Wulanjari, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan tahapan akhir proses administrasi pelepasan aset bangunan. Langkah ini menjadi krusial sebelum kemudian dilanjutkan oleh pihak Kadipaten bekerja sama dengan investor yang telah menantikan kesempatan ini.
Ettik menjelaskan bahwa struktur kepemilikan aset ini unik. Tanah tempat berdirinya gedung bioskop sejak awal merupakan milik Puro Pakualaman, sedangkan bangunan bioskop sendiri dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kejelasan status ini menjadi fondasi penting bagi kelancaran proyek revitalisasi.
Dari Gudang Tua Menuju Pusat Kreativitas
Setelah bioskop menghentikan operasionalnya, gedung tersebut sempat dimanfaatkan BKAD sebagai gudang penyimpanan barang-barang yang akan dilelang. Namun kini, takdir membawa bangunan bersejarah ini menuju masa kejayaan yang baru. Saat ini, Pemkab Kulon Progo tinggal menyelesaikan proses administrasi berupa persetujuan DPRD untuk hibah bangunan, sementara tanah tetap menjadi aset Puro Pakualaman.
“Kalau administrasi dari pemerintah daerah selesai, pihak pengelola dan investor sudah siap menjalankan proyeknya. Mereka bahkan sudah menyiapkan konsep yang matang,” kata Ettik dengan optimisme.
Pihaknya berharap, konsep yang disiapkan tidak hanya menghadirkan kembali bioskop modern, tetapi juga menyediakan ruang bagi pengembangan seni dan budaya masyarakat. Gedung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pemutaran film, pertunjukan seni, kegiatan pendidikan, hingga pembelajaran sinematografi bagi pelajar maupun komunitas kreatif di Kulon Progo. Bayangkan, generasi muda kini memiliki ruang untuk belajar dan berkarya!
Merevitalisasi Sejarah
Bangunan yang telah berusia lebih dari setengah abad ini akan direhabilitasi secara hati-hati agar memenuhi standar bioskop modern tanpa menghilangkan jejak sejarahnya. “Kalau bangunan itu terus dibiarkan kosong, sungguh sangat disayangkan. Lokasinya sangat strategis, dekat pasar, pusat pemerintahan, dan transportasi. Ini potensi luar biasa! Harapannya nanti ekonomi masyarakat ikut bergerak,” kata Ettik penuh semangat.
Dengan segala persiapan yang terus dimatangkan, tak lama lagi gemerlap lampu Bioskop Mandala akan kembali menerangi malam-malam Kulon Progo. Kisah kejayaan yang sempat redup akan ditulis ulang dengan tinta emas baru, menghidupkan kembali nostalgia sembari menciptakan kenangan baru bagi generasi yang menantikan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











