Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Modal Sertifikat, Finalis Puteri Indonesia Buka Praktik Kecantikan Ilegal

PEKANBARU, Cinta-news.com – Dunia kecantikan Riau mendadak gempar! Sosok finalis Puteri Indonesia 2024 asal Riau berinisial JRF, yang selama ini dikenal anggun di atas panggung, justru terjerat kasus kriminal mengerikan. Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pun langsung menangkapnya setelah terbukti menjalankan praktik kecantikan ilegal yang membahayakan banyak orang. Setelah mendalami keterangan sejumlah saksi dan juga pendapat ahli, penyidik akhirnya menetapkan JRF sebagai tersangka pada 28 April 2026. Yang lebih mencengangkan, ia nekat membuka klinik dan melakukan tindakan medis meskipun sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran maupun izin resmi dari lembaga berwenang.

Korban Berani Melapor Setelah Alami Pendarahan Hebat dan Infeksi Parah

Kasus mengerikan ini mulai terungkap setelah seorang korban melapor ke polisi. Ia mengalami luka serius usai menjalani perawatan di Klinik Arauna Beauty yang berlokasi di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian mendapati fakta yang jauh lebih mengerikan. Jumlah korban ternyata tidak hanya satu orang, melainkan mencapai sekitar 15 orang! Bahkan, sebagian dari mereka kini mengalami cacat permanen yang mengubah hidup selamanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, mengungkapkan dengan tegas bahwa tersangka dengan sengaja mengaku sebagai dokter saat menangani para pasiennya. “Tersangka diduga mengaku sebagai dokter dan kemudian melakukan berbagai tindakan medis terhadap korban tanpa rasa takut,” kata Ade di kantornya pada Rabu (29/4/2026). Bayangkan, seorang yang bukan dokter berani-beraninya memegang pisau bedah dan menyuntikkan zat berbahaya ke wajah orang lain!

Salah satu korban berinisial NS mengalamin kondisi paling mengenaskan. Setelah menjalani tindakan facelift dan eyebrow facelift di klinik tersebut, ia justru mengalami pendarahan hebat yang tak kunjung berhenti. Tak berhenti di situ, infeksi parah pun menyerang wajah dan kepalanya. Keadaan ini memaksa NS untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan bahkan harus menjalani operasi lanjutan di Batam. “Salah satu korban bahkan mengalami kegagalan operasi bibir hingga dua kali berturut-turut. Akibatnya, terjadi cacat permanen pada bibirnya ditambah trauma psikis yang mendalam,” jelas Ade sambil menggelengkan kepala.

Bermodalkan Sertifikat Pelatihan, JRF Nekat Buka Klinik Selama 6 Tahun!

Modal Sertifikat, Finalis Puteri Indonesia Buka Praktik Kecantikan Ilegal

Yang membuat publik semakin geram adalah fakta bahwa praktik ilegal JRF ini sudah berjalan sangat lama. Ia dengan berani membuka klinik kecantikan sejak tahun 2019 hingga akhirnya ditangkap pada 2025. Selama kurun waktu enam tahun itu, tersangka dengan percaya diri menawarkan berbagai layanan kecantikan dengan tarif menggiurkan hingga puluhan juta rupiah. Padahal, ia sama sekali bukan tenaga medis!

Lantas, apa yang membuat JRF begitu nekat? Ternyata, ia hanya bermodalkan sertifikat dari sebuah pelatihan di Jakarta yang ia ikuti pada 2019. Pelatihan tersebut sejatinya dirancang khusus hanya untuk tenaga medis profesional. Namun, JRF bisa lolos dan menjadi peserta karena adanya faktor “orang dalam.” “Karena memiliki kedekatan dengan panitia, tersangka tetap bisa mengikuti pelatihan tersebut,” jelas Ade mengungkap celah mengejutkan dalam sistem pelatihan tersebut.

Korban Sebenarnya Sudah Melapor Sejak November 2025

Tahukah Anda? Sebenarnya laporan terhadap tersangka sudah disampaikan jauh-jauh hari! Kuasa hukum korban, Mark Harianja, menyebut bahwa kliennya sudah melapor ke pihak berwenang sejak 25 November 2025. Artinya, proses hukum berjalan cukup panjang sebelum JRF akhirnya duduk sebagai tersangka. Mark pun menegaskan dengan keras bahwa tersangka tidak memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) maupun Surat Izin Praktik (SIP). Dengan kata lain, semua tindakan medis yang dilakonian selama ini dilakukan tanpa dasar keahlian medis yang sah sama sekali.

“Artinya, semua tindakan medis yang dilakukan oleh tersangka tidak memiliki dasar keahlian medis yang sah,” ujar Mark di hadapan wartawan pada Selasa (28/4/2026). Ia juga mengungkapkan strategi licik JRF dalam menarik para korbannya. Tersangka diduga sering menawarkan potongan harga besar-besaran atau diskon besar kepada calon pasien. Tawaran menggiurkan inilah yang kemudian membuat banyak orang tergiur dan akhirnya jatuh ke dalam jerat praktik ilegal ini.

Namun, alih-alih mendapatkan perawatan kecantikan impian, para korban justru mengalami kerusakan serius pada wajah mereka. Bukan hanya fisik yang hancur, kondisi mental mereka pun ikut terguncang hebat. Banyak dari korban kini harus menanggung beban psikologis setiap kali bercermin dan melihat cacat permanen di wajah mereka. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera melapor, baik ke kepolisian maupun kepada kami,” pungkas Mark dengan penuh keprihatinan.

Peringatan Keras untuk Publik: Jangan Mudah Tergiur Diskon!

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Politeknik Kesehatan dan lembaga medis terus mengingatkan bahwa prosedur kecantikan seperti facelift, suntik botox, atau operasi bibir hanya boleh dilakukan oleh dokter berlisensi. Sertifikat pelatihan singkat tanpa latar belakang pendidikan kedokteran tidak akan pernah cukup untuk menjamin keselamatan pasien. Praktik ilegal seperti yang dilakukan JRF ini telah membuktikan betapa bahayanya jika kecantikan hanya dilihat sebagai ladang bisnis tanpa memperhatikan standar medis yang ketat.

Polda Riau sendiri saat ini terus mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat. Dugaannya, jaringan praktik ilegal ini mungkin lebih luas dari yang terlihat. Mereka juga sedang menyelidiki pihak-pihak yang membantu JRF mendapatkan sertifikat pelatihan padahal bukan tenaga medis. Jika terbukti ada pelanggaran pidana, mereka pun akan dijerat hukum. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek legalitas klinik kecantikan, memastikan dokter yang menangani memiliki STR dan SIP, dan jangan pernah tergiur dengan diskon besar yang tidak masuk akal. Kecantikan sejati adalah kesehatan dan keselamatan, bukan sekadar hasil instan yang berisiko menghancurkan hidup Anda selamanya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *