Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Perbaiki Dinding Rontok Flyover Manahan, Pemkot Solo Alokasikan APBD Rp 1,5 Miliar

SOLO, Cinta-news.com – Lebih lanjut, Pemerintah Kota Surakarta secara mendadak mengucurkan alokasi dana fantastis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 1,5 miliar demi memuluskan proyek pembenahan dinding mozaik di Jalan Layang (Flyover) Manahan yang belakangan ini mendadak ramai menjadi sorotan hangat publik.

Padahal, karya seni mozaik megah yang menghiasi dinding flyover sejak berdiri anggun pada tahun 2018 silam tersebut kini mendadak rontok berjatuhan secara mengkhawatirkan. Alhasil, kondisi tersebut secara spontan memancing gelombang kritik keras serta kepanikan dari para pengguna jalan yang melintas saban hari di kawasan vital kota.

Menyikapi polemik keselamatan lalu lintas tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, secara tegas menyebutkan bahwa jajarannya sudah langsung menggebrak pengerjaan pembenahan secara intensif semenjak awal bulan Oktober ini, bersamaan dengan perbaikan fisik pada badan jalan layang Purwosari.

Di samping itu, pergerakan tim teknis di lapangan hingga detik ini terus menunjukkan kemajuan pesat. Bahkan, proses pengerjaan konstruksi kini sudah memasuki tahap krusial berupa pembongkaran menyeluruh serta pelepasan kepingan mozaik yang terindikasi sangat rawan terlepas dan membahayakan keselamatan umum.

“Oleh sebab itu, kami sengaja memutuskan untuk melepas kepingan mozaik tersebut lebih awal karena kondisinya memang sudah banyak yang terkelupas. Alhasil, kami tentu tidak ingin membiarkan bahaya jatuhnya material mengintai para warga pengagum estetika kota yang melintas di bawahnya,” tegas Nur Basuki secara langsung saat memberikan penjelasan mendalam ketika ditemui wartawan di kawasan Sriwedari pada Kamis (15/10/2026).

Namun demikian, jika kita menengok catatan sejarah kerusakannya, kerapuhan struktur ornamentasi pada dinding perlintasan layang Manahan ini sejatinya telah mulai terpantau muncul secara perlahan semenjak awal tahun 2025 yang lalu.

“Bahkan, keresahan masyarakat mulai memuncak sejak awal tahun kemarin karena aduan demi aduan terus berdatangan mengenai dinding yang retak-retak hingga adanya material keras yang berguguran jatuh ke jalan raya,” lanjut pejabat DPUPR tersebut membeberkan kronologi keluhan warga secara gamblang.

Konsep Baru Dinding Flyover Manahan yang Siap Bikin Pangling Banyak Orang

Tak hanya sekadar melakukan perbaikan fisik semata, Pemkot Solo secara mengejutkan bakal merubah total wajah dinding Flyover Manahan menggunakan sentuhan desain bernuansa alam nan elegan (natural design) yang mengadaptasi estetika modern ala Flyover Purwosari.

“Oleh karena itu, kami merapikan ulang seluruh permukaan dinding serta membalutnya dengan pilihan warna-warna alami yang sejuk dipandang. Sehingga ke depannya area-area strategis tersebut sanggup disulap menjadi ruang iklan (space iklan) komersial yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan terus,” ungkap sang Kepala Dinas memaparkan potensi pendapatan daerah baru tersebut.

Melalui transformasi konsep artistik yang sangat revolusioner ini, dinding beton kusam tersebut disulap oleh pemerintah daerah menjadi ajang promosi visual komersial yang sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha lokal maupun nasional.

“Padahal jika kita cermati bersama, fasilitas serupa di Flyover Purwosari sebenarnya sudah lama dilengkapi perangkat canggih seperti running text hingga layar videotron modern. Namun demikian, sayangnya potensi bisnis raksasa tersebut selama ini belum dioptimalkan sama sekali dan belum dipakai secara maksimal,” imbuhnya menyoroti peluang bisnis yang sempat terbengkalai.

Kendati memerlukan tingkat ketelitian ekstra dalam pengerjaannya, pihak dinas sangat optimistis bahwa pembenahan total dinding Manahan beserta rekondisi jalur Flyover Purwosari bakal tuntas dikerjakan secara sempurna pada bulan Desember 2026 mendatang.

“Selanjutnya, guna menambal sekitar 64 titik retakan kritis yang terdeteksi, para pekerja konstruksi menerapkan teknik stitching khusus—yakni menjahit celah beton menggunakan racikan material penguat beton—sekaligus memadukan pengerjaan ini dengan pemeliharaan skala besar di Jembatan Mojo agar menjadi satu kesatuan proyek yang utuh,” terang Basuki membedah detail teknis pengerjaan.

Langkah Cepat Pemkot Solo Demi Kesejahteraan dan Keselamatan Pengendara

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Wali Kota Solo, Respati Ardi, secara tegas menyatakan bahwa jajarannya mengeksekusi percepatan perbaikan masif ini secara khusus demi menjamin keselamatan seluruh jiwa para pengguna jalan yang melintas saban hari.

Selain memaparkan komitmen mewujudkan infrastruktur aman, pimpinan tertinggi Kota Bengawan ini juga menyampaikan rasa penyesalan mendalam serta permohonan maaf yang tulus atas timbulnya gangguan lalu lintas akibat rentetan proyek perbaikan jalan yang saat ini tengah dikebut oleh jajaran Pemkot Solo.

“Oleh sebab itu, saya secara pribadi memohon pemakluman serta maaf yang sebesar-besarnya dari seluruh warga masyarakat karena hingga kurun waktu November sampai Desember nanti kita bakal menyaksikan perombakan serta pembenahan luar biasa di berbagai titik, sebab semua ini memang sengaja kita kerjakan demi kebaikan bersama,” tutur Respati Ardi secara terbuka saat ditemui di Sriwedari pada Kamis (15/10/2026).

Seiring dengan terus bergulirnya pengerjaan fisik di lapangan, target penyelesaian serentak ini dikunci oleh pemerintah kota pada akhir tahun dengan mengoptimalkan penyaluran alokasi anggaran daerah tahun 2026.

“Akhirnya, langkah cepat ini kita eksekusi demi merespons secara nyata banyaknya aduan kemarin dari masyarakat yang memohon revitalisasi jalan dan sarana umum lainnya. Dan tak lupa, sistem drainase-drainase perkotaan ikut kita benahi secara intensif supaya pada waktu musim hujan dan cuaca ekstrem nanti tidak akan pernah terjadi genangan air lagi,” pungkas Respati mengakhiri keterangannya dengan rasa penuh optimisme.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version