PEKANBARU, Cinta-news.com – Para personel handal dari Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai baru aja bikin geger publik Riau setelah sukses membongkar praktik dugaan penimbunan pupuk ilegal di wilayah Kabupaten Kampar. Langkah cepat jajaran prajurit TNI ini langsung menyedot perhatian banyak pihak karena aksi penggerebekan tersebut berhasil menyasar lokasi rahasia yang selama ini tersembunyi rapat dari jangkauan warga masyarakat umum.
Selanjutnya, dalam penggerebekan heboh itu, tim intelijen mengamankan total 1.389 sak pupuk dengan bobot raksasa mencapai 69,2 ton dari arena yang disinyalir kuat menjadi tempat penimbunan barang ilegal tersebut. Petugas mengumpulkan seluruh barang bukti berkarung-karung pupuk itu dari area gudang tersembunyi yang awalnya dicurigai warga sekitar sebagai tempat persembunyian komoditas pertanian tanpa izin resmi.
Awalnya, pengungkapan kasus besar ini berawal saat para personel TNI melakukan inspeksi dadakan terhadap satu unit truk mencurigakan yang mengangkut pupuk di kawasan Kabupaten Siak pada Jumat (2/10/2026) pas dini hari. Keberhasilan operasi ini berawal dari naluri tajam para petugas yang rutin memantau pergerakan armada angkutan barang di jalur rawan kejahatan pada tengah malam.
Ketika memeriksa bagian dalam muatan kendaraan besar tersebut, personel TNI langsung mendapati sebanyak 129 sak pupuk dengan bobot total sekitar 6,5 ton. Petugas kemudian menyita seluruh muatan awal ini demi mengamankan barang bukti vital sebelum melanjutkan penelusuran lebih mendalam ke jaringan pendistribusi pupuk tersebut.
Selain menemukan tumpukan pupuk dalam jumlah besar, para petugas lapangan juga menemukan kejanggalan nyata pada lembaran dokumen serta surat jalan yang dipegang oleh sang sopir truk. Keanehan data pada dokumen administrasi tersebut langsung memperkuat kecurigaan personel tentara kalau pengiriman barang ini menyembunyikan aksi pelanggaran hukum yang jauh lebih besar.
Surat Jalan Penuh Kejanggalan, TNI Terus Buru Jejak Pupuk Sampai ke Kampar!
Komandan Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai, Letkol Rahim Cahyadi, menjelaskan kalau pasukannya mencegat truk jenis Mitsubishi Canter HDL bernomor polisi BM 8005 SQ persis pada pukul 00.25 WIB ketika armada itu lagi melintasi kawasan ramai Simpang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Beliau menegaskan kalau timnya bergerak sangat cepat begitu melihat gerak-gerik armada tersebut yang tampak mencurigakan di kegelapan malam.
Oleh karena itu, temuan kejanggalan awal di jalur lalu lintas Siak tersebut menjadi pijakan utama bagi seluruh personel intelijen dalam mendalami muasal serta tujuan akhir dari pengiriman puluhan karung pupuk bermasalah itu. Petugas terus menginterogasi para pelaku di lapangan demi membongkar dalang utama yang mengendalikan alur distribusi ilegal ini secara diam-diam.
Setelah mengamankan truk beserta seluruh muatannya di markas, para personel militer langsung menggali keterangan mendalam dari sang pengemudi dan kernet yang ada di lokasi. Berdasarkan pengakuan blak-blakan dari kedua saksi kunci tersebut, personel intelijen langsung melakukan pengembangan operasi perburuan hingga akhirnya mengendus keberadaan lokasi sarang pupuk di Kabupaten Kampar.
Kemudian, tepat pada pukul 17.30 WIB di hari yang sama, rombongan personel TNI akhirnya berhasil menembus lokasi sasaran di Desa SP 2 Kijang Makmur, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Kedatangan mendadak pasukan intelijen ini langsung mengejutkan warga sekitar yang sama sekali nggak menyangka adanya operasi penggerebekan skala besar di wilayah mereka.
Mengingat prosedur hukum yang berlaku, para personel intel militer tersebut nggak lupa berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparat pemerintah desa setempat beserta jajaran unsur keamanan lokal. Langkah diplomasif dan terukur ini diambil agar proses penindakan lapangan berjalan dengan aman, tertib, serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat sekitar.
“Pas memasuki waktu malam, personel kami di lapangan memergoki aktivitas mencurigakan berupa pemuatan pupuk ke atas sejumlah armada kendaraan angkut. Berdasarkan pendataan awal di tempat kejadian, kami mencatat ada enam kendaraan besar yang masing-masing sanggup menampung daya angkut 10,5 ton, hingga total barang yang siap dipindahkan malam itu mencapai sekitar 63 ton,” papar Letkol Rahim secara rinci melalui penyampaian keterangan resminya kepada awak media pada Minggu (4/10/2026).
Bikin Melongo! TNI Temukan Lagi 1.389 Sak Pupuk Ilegal yang Tersembunyi Rapat!
Langkah pengembangan penyelidikan selanjutnya langsung menuntun para personel intelijen ke sebuah bangunan terisolasi yang dicurigai kuat menjadi benteng penyimpanan utama atau markas penimbunan pupuk ilegal. Petugas bergerak menyisir area sekitar guna memastikan tidak ada satu pun akses keluar bagi para pelaku yang mencoba melarikan diri.
Saat menggeledah bagian dalam gudang penyimpanan rahasia tersebut, personel TNI dikejutkan dengan temuan tumpukan gunung pupuk berjumlah 1.389 sak yang menggunung rapi dengan bobot total mencapai 69,2 ton. Petugas langsung menyegel seluruh tumpukan barang bukti berukuran jumbo ini agar kondisi fisik barang tidak rusak atau dipindahkan secara sepihak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Harus dipahami bahwa angka raksasa tersebut murni merupakan hasil sitaan dari lokasi gudang penimbunan di Kampar aja, dan belum menghitung temuan awal sebanyak 129 sak atau setara 6,5 ton pupuk yang telah diamankan terlebih dahulu dari muatan truk di wilayah Siak. Fakta ini membuktikan betapa besarnya skala operasi peredaran pupuk gelap yang tengah dijalankan oleh kelompok ini.
Dengan demikian, kalau kita menjumlahkan seluruh barang bukti dari rangkaian pengungkapan dramatis di dua lokasi berbeda ini, akumulasi pupuk yang berhasil disita oleh TNI menembus angka fantastis sekitar 75,7 ton. Jumlah ini menjadi salah satu rekor tangkapan terbesar dalam upaya perlindungan rantai pasok pupuk bagi para petani di wilayah Riau.
Apakah Ini Pupuk Oplosan Berbahaya? TNI Masih Dalami Pengujian Lab!
Mengenai isu panas yang beredar, Letkol Rahim menegaskan kalau dugaan mengenai status barang bukti ini sebagai pupuk oplosan tiruan masih berada dalam tahap pendalaman yang amat intensif. Tim ahli lagi menguji seluruh sampel di laboratorium guna membuktikan kualitas serta keaslian racikan kimia yang terkandung di dalam tiap sak pupuk tersebut.
“Kami memohon masyarakat bersabar karena kepastian mengenai aspek jenis, kandungan nutrisi, kelengkapan izin legalitas, hingga pembuktian ada atau tidaknya tindak kejahatan hukum masih sepenuhnya menunggu rilis resmi hasil uji laboratorium dari lembaga berwenang,” kata Letkol Rahim saat menjelaskan transparansi penanganan kasus ini kepada publik.
Dalam menuntaskan pengusutan kasus yang menyita perhatian publik ini, para personel Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai terus menjalin sinergi erat dengan jajaran kepolisian daerah serta jajaran pemerintah daerah setempat. Sinergitas lintas lembaga ini dihadirkan guna menjamin seluruh tahapan proses penegakan hukum berjalan lurus, profesional, serta transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Sebagai langkah konkret kelanjutan penyidikan, pihak TNI lantas menyerahkan seluruh barang bukti tonan pupuk yang terindikasi bermasalah ini secara resmi kepada tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau demi menjalani proses hukum yang berlaku. Penyerahan berkas dan barang bukti ini menjadi penanda beralihnya berkas penanganan dari ranah intelijen militer ke proses hukum kepolisian.
Prosedur pemeriksaan komprehensif oleh Polda Riau ini dinilai sangat krusial demi memastikan secara akurat jenis kandungan bahan kimia di dalamnya, menelusuri asal-usul pabrik pembuatnya, mendeteksi izin distribusi barang, serta membuktikan keberadaan unsur tindak pidana pelanggaran hukum secara sah. Langkah ini diambil untuk melindungi para petani lokal dari ancaman pupuk palsu yang bisa merusak panen mereka.
Akhirnya, pimpinan Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk terus mendampingi proses pendalaman serta koordinasi berkala dengan pihak penyidik kepolisian agar seluruh persekongkolan dalam kasus ini ditindak tegas sesuai koridor hukum yang berlaku di Indonesia. TNI berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas demi menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
