YOGYAKARTA, Cinta-news.com – Siapa sangka, di balik keindahan pemandangan Sungai Gajah Wong yang selama ini menjadi ikon Kota Yogyakarta, tersimpan masalah serius yang mengancam kesehatan warga. Kandungan bakteri Escherichia coli atau yang akrab disebut E. coli di aliran sungai kebanggaan warga Jogja ini ternyata masih melonjak tinggi. Temuan mengejutkan ini pun langsung menyulut perhatian serius Pemerintah Kota Yogyakarta, terutama sebelum mereka merealisasikan rencana besar menghidupkan kembali wisata perahu di kawasan Dermaga Cinta yang sempat vakum.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, tak bisa menutupi kekhawatirannya saat menghadiri gelaran Lomba Mancing Ikan Invasif dan Restocking Ikan Endemik, Minggu (26/7/2026). Di hadapan masyarakat dan pegiat lingkungan, ia mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa kualitas air Sungai Gajah Wong saat ini masih jauh dari kata layak. Kandungan bakteri E. coli yang terdeteksi masih cukup tinggi, dan kondisi ini jelas sangat memprihatinkan karena berdampak langsung pada kesehatan warga sekitar yang masih menggunakan air sumur.
“Kami menemukan fakta bahwa tingkat E. coli di Kali Gajahwong masih cukup mengkhawatirkan. Ini menunjukkan kualitas airnya belum memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan,” ujar Hasto dengan nada serius. Ia kemudian menjelaskan bahwa masih banyak warga yang menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari sumur yang ternyata terpengaruh rembesan sungai. Kondisi ini, lanjutnya, dapat memicu peningkatan risiko gangguan kesehatan seperti diare dan penyakit kulit lainnya.
Sungai Perlu Bersih Total Sebelum Perahu Wisata Berlayar Lagi
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Hasto tak tinggal diam. Ia langsung menggulirkan ajakan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kebersihan Sungai Gajah Wong. Langkah paling mendesak yang harus dilakukan adalah menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah dan limbah rumah tangga ke aliran sungai. Menurutnya, membersihkan sungai dari hulu hingga hilir menjadi harga mati yang tak bisa ditawar sebelum Dermaga Cinta kembali beroperasi sebagai destinasi wisata air.
“Kami tak mau terburu-buru menghidupkan wisata perahu sebelum sungai ini benar-benar bersih. Semuanya harus diawali dengan gerakan massal membersihkan sungai. Setelah itu, barulah wisata perahu bisa kembali bergeliat,” tegas Hasto dengan penuh keyakinan. Ia menilai bahwa Dermaga Cinta sesungguhnya masih menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Semangat masyarakat sekitar untuk menghidupkan kembali wisata susur Sungai Gajah Wong pun masih membara, sehingga dukungan penuh dari pemerintah menjadi kunci utama.
Infrastruktur Dermaga Cinta Segera Dibenahi, Kapal Baru Disiapkan
Tak hanya fokus pada perbaikan kualitas air, Pemkot Yogyakarta juga menggarap rencana ambisius membenahi infrastruktur di kawasan Dermaga Cinta. Hasto menjelaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menuntaskan masalah pendangkalan Sungai Gajah Wong yang kian parah. Sementara itu, armada perahu wisata yang baru akan segera diupayakan oleh Pemkot Yogyakarta agar pengunjung bisa menikmati pengalaman susur sungai dengan aman dan nyaman.
“Saya sudah meninjau langsung kondisi kapal dan aspek keamanannya. Jika semuanya memungkinkan, kami akan segera menghidupkan kembali Dermaga Cinta. Untuk pendangkalan sungai, kami koordinasikan dengan BBWS, sedangkan perahu baru akan kami sediakan melalui anggaran pemerintah kota,” ungkap Hasto optimistis. Ia juga menambahkan bahwa sumber daya manusia pengelola wisata sebenarnya sudah memiliki pengalaman panjang dalam mengoperasikan wisata perahu. Yang mereka butuhkan saat ini hanyalah perbaikan fasilitas penunjang yang memadai.
“SDM kami sudah siap tempur. Mereka punya jam terbang tinggi di dunia wisata sungai. Yang perlu kami dorong sekarang adalah fasilitas yang layak. Tapi ingat, semua ini harus diawali dengan sungai yang bersih. Tanpa itu, wisata perahu tak akan pernah bisa berjalan maksimal,” jelasnya dengan penuh semangat.
Gotong Royong Warga dan Pemkot: Sungai Dibersihkan, Ikan Endemik Ditebar
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Yogyakarta bersama masyarakat baru-baru ini menggelar aksi kerja bakti massal membersihkan Sungai Gajah Wong. Ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah dan endapan lumpur yang menyumbat aliran sungai. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memancing ikan invasif yang selama ini mengancam ekosistem asli sungai. Setelah ikan-ikan predator berhasil diangkat, mereka melakukan penebaran kembali ikan endemik jenis nilem sebagai upaya nyata menjaga keseimbangan ekosistem Sungai Gajah Wong.
“Kami tak hanya bicara, tapi langsung bertindak. Kerja bakti ini adalah bukti nyata kepedulian kami terhadap sungai. Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi budaya baru bagi masyarakat,” pungkas Hasto dengan penuh harap. Ia optimistis bahwa dengan kerja sama semua pihak, Sungai Gajah Wong akan kembali jernih dan Dermaga Cinta bisa bangkit sebagai destinasi wisata favorit yang mengedepankan kelestarian lingkungan.
Kini, seluruh mata tertuju pada proses pemulihan Sungai Gajah Wong. Masyarakat berharap langkah cepat Pemkot Yogyakarta ini tak berhenti di tengah jalan. Dermaga Cinta yang dulu pernah ramai dikunjungi wisatawan, diyakini akan kembali berdenyut sebagai ikon wisata air Jogja jika semua pihak konsisten menjaga kebersihan sungai. Yang terpenting, kesehatan warga dan kelestarian ekosistem sungai harus tetap menjadi prioritas utama. Mari kita tunggu kiprah Pemkot Yogyakarta dalam mewujudkan mimpi besar ini!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
