MAGELANG, Cinta-news.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, baru saja mengumumkan gebrakan besar! Setiap Sekolah Rakyat akan memiliki satuan tugas (satgas) khusus untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual. Langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan belajar yang aman bagi semua siswa.
“Kami pasti akan membentuk satgas!” tegas Arifatul saat berbincang dengan media di sela acara Doland Festival, Candi Borobudur, Magelang, Sabtu (12/7/2025). “Namun, Kementerian PPPA masih menyelesaikan modul pola pengasuhan sebelum bisa membentuk satgas ini,” jelas Arifatul.
Meski modul belum rampung, Arifatul memastikan bahwa Sekolah Rakyat akan tetap beroperasi tahun ini. “Sekolah Rakyat akan jalan dulu sambil terus kami evaluasi,” ujarnya. “Modul ini akan memandu sekolah untuk menekan risiko kekerasan seksual dan mencegah masalah lainnya,” tegas Menteri PPPA.
Kurikulum Anti-Bullying, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi
Tak hanya KemenPPPA, Menteri Sosial Saifulllah Yusuf (Gus Ipul) juga turun tangan merancang kurikulum khusus untuk Sekolah Rakyat. “Kami sudah berkoordinasi dengan KPAI dan KemenPPPA,” jelas Gus Ipul (9/7/2025). Tiga masalah utama yang jadi fokus adalah bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Menurut Gus Ipul, ketiga isu ini adalah tantangan serius, terutama bagi siswa dari kelompok rentan yang menjadi target Sekolah Rakyat. “Kami siapkan prosedur dan perangkat khusus untuk menghindari tiga masalah ini,” tambahnya.
Gus Ipul juga mengungkapkan, lebih dari 9.700 siswa akan bergabung di Sekolah Rakyat. Tahap pertama dimulai pada 14 Juli 2025, dengan pembukaan 63 sekolah dari total 100 yang direncanakan. Sisanya akan menyusul di akhir bulan.
Mengapa Satgas Ini Penting?
Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan bukan hal baru. Data KPAI menunjukkan, laporan kasus kekerasan seksual di sekolah terus meningkat. Kehadiran satgas akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehingga siswa bebas dari ketakutan.
Modul yang sedang disusun KemenPPPA tidak hanya berisi teori, tapi juga panduan praktis untuk guru, orang tua, dan siswa. “Modul ini akan jadi tameng pertama,” tegas Arifatul.
Dukungan Masyarakat dan Tantangan ke Depan
Meski rencana ini mendapat dukungan, masih ada pekerjaan rumah besar. “Kami butuh sinergi dengan semua pihak,” kata Gus Ipul. Orang tua, guru, dan masyarakat harus bekerja sama agar program ini sukses.
Apa Kata Pakar?
Menurut Dra. Siti Aminah, pakar pendidikan anak, langkah ini sangat progresif. “Satgas dan modul bisa jadi solusi jangka panjang,” ujarnya. Namun, implementasinya harus diawasi ketat.
Pemerintah serius menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Dengan satgas, modul, dan kurikulum khusus, Sekolah Rakyat diharapkan jadi contoh baik. Namun, semua pihak harus terlibat agar tujuan ini tercapai.
Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Checkbind.com