JAKARTA, Cinta-news.com – Hari ini Jumat (19/6/2026), Kompleks Hotel Sultan berubah menjadi benteng pertahanan! Ribuan pasukan gabungan dari Polisi dan TNI langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi, sehari pasca eksekusi pengosongan yang menggemparkan publik kemarin.
Saat matahari mulai meninggi, suasana di depan Hotel Sultan terasa sangat berbeda dari biasanya. Dua tenda besar Brimob berdiri kokoh tepat di halaman depan hotel, seolah menjadi penanda bahwa kawasan ini kini masuk dalam status pengamanan super ketat. Belasan personel berseragam lengkap tampak duduk bersantai namun tetap siaga di halaman, sementara rekan-rekan mereka yang lain memilih berteduh di taman ujung kiri halaman dengan kewaspadaan penuh.
Pukul 09.30 WIB, suasana semakin memanas ketika belasan prajurit TNI AD melangkah keluar dari lobi Hotel Sultan dengan langkah tegas. Tak sampai satu jam berselang, sekitar pukul 10.15 WIB, tujuh personel TNI AD lainnya kembali muncul dari arah lobi, menambah ketegangan yang sudah terasa di udara.
Deretan kendaraan taktis pun ikut memeriahkan situasi! Di Jalan GBK yang berseberangan dengan Hotel Sultan, truk polisi, truk Brimob, bus polisi, dan truk TNI terparkir rapi berjajar bak barisan tentara yang siap bertempur. Bahkan empat truk TNI terlihat parkir di tanah lapang sebelah barat Hotel Sultan, menambah daftar panjang kekuatan yang dikerahkan untuk mengamankan aset negara ini.
Namun yang cukup mencengangkan, pantauan selama hampir satu jam penuh mulai pukul 09.30 hingga 10.24 WIB menunjukkan belum ada tanda-tanda aktivitas pemindahan barang dari dalam Hotel Sultan. Sepi! Tak ada satu pun petugas yang terlihat membawa barang keluar dari gedung mewah tersebut.
Seorang petugas sekuriti berjas hitam yang kebetulan bertugas di lobi hotel mengungkapkan, “Belum ada sama sekali barang yang dipindah sampai sekarang,” ujarnya dengan nada datar saat ditemui di pos jaga. Pengakuannya semakin menguatkan fakta bahwa proses pengosongan belum benar-benar dimulai pada Jumat pagi ini.
Akses menuju Hotel Sultan pun ditutup total! Pintu 7 GBK yang biasanya menjadi jalur utama menuju hotel kini tertutup rapat untuk kendaraan. Bahkan Pintu 6 GBK ikut ditutup pada Jumat pagi, memaksa pengunjung GBK untuk memutar jalur melalui pintu 5 dan pintu 10. “Silakan masuk lewat pintu 5 dan 10,” ujar petugas keamanan yang berjaga di pintu 7 kepada para pengunjung yang kebingungan.
EKSEKUSI SULTAN HOTEL BERHASIL! KEMENANGAN PEMERINTAH!
Proses eksekusi pengosongan lahan kompleks Hotel Sultan di blok 15 GBK Jakarta Pusat akhirnya mencapai puncaknya pada Kamis sore kemarin. Juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengambil alih dua bidang lahan strategis dan 15 bangunan megah yang selama ini menjadi ikon kawasan GBK.
“Kami dapat menguasai objek eksekusi berupa bidang tanah eks HGB 26/Gelora seluas 53.709 meter persegi dan bidang tanah eks HGB Nomor 27/Gelora seluas 83.666 meter persegi,” jelas Ahyar Parmika, panitera PN Jakarta Pusat, dengan tegas di halaman Hotel Sultan. Total lahan yang berhasil dieksekusi mencapai lebih dari 137 ribu meter persegi! Bayangkan, itu setara dengan luas 19 lapangan sepak bola!
Tak hanya tanah, juru sita juga berhasil mengeksekusi 15 bangunan yang berdiri megah di atas dua bidang tanah tersebut. Sebuah kemenangan besar bagi pemerintah yang telah lama memperjuangkan pengembalian aset negara ini!
Kuasa Hukum Pusat Pengelolaan Kawasan GBK (PPKGBK), Chandra Hamzah, menegaskan bahwa operasional penerimaan tamu di Hotel Sultan sudah resmi berakhir usai eksekusi kemarin. “Tidak ada lagi kegiatan operasional di sana,” tegasnya.
BARANG-BARANG HOTEL SIAP DIPINDAHKAN! PROSES BERLANJUT SATU BULAN!
Mulai Jumat ini, proses pemindahan barang-barang milik PT Indobuildco dari Hotel Sultan akan mulai digelar menuju dua titik gudang di Bekasi. Chandra memprediksi proses pemindahan ini akan memakan waktu hingga satu bulan penuh.
“Besok kami akan memindahkan barang-barang. Targetnya sampai sebulan. Semakin cepat selesai, semakin baik,” ungkap Chandra dengan optimis di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis.
Nasib karyawan hotel pun sudah jelas! Chandra mengonfirmasi bahwa seluruh karyawan hotel sudah tidak bekerja lagi di Hotel Sultan. Namun mereka masih akan dilibatkan untuk membantu proses pengeluaran barang dari dalam hotel. Sebuah keputusan yang cukup manusiawi mengingat mereka lebih memahami tata letak dan inventaris hotel.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi apakah Hotel Sultan sudah resmi ditutup atau berganti pemilik, Chandra memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ia hanya fokus memastikan bahwa pemerintah saat ini masih berkonsentrasi penuh pada proses pengeluaran barang dari hotel.
“Yang terpenting, kami fokus mengeluarkan barang-barang yang bukan merupakan milik negara ini dulu,” tutup Chandra dengan diplomatis.
Satu hal yang pasti, Hotel Sultan yang dulu menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting kini memasuki babak baru dalam sejarahnya. Pengamanan super ketat dari aparat gabungan menjadi bukti betapa seriusnya pemerintah dalam mengeksekusi aset strategis di jantung ibu kota ini!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
