JAKARTA, Cinta-news.com – Getarkan dunia penegakan hukum! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang spektakuler. Kali ini, mereka menjerat oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kasus ini langsung menjadi pukulan telak dan ujian panas bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Lebih dari itu, aksi oknum ini mencoreng citra DJP. Kasus ini juga kembali menggerogoti kepercayaan publik terhadap institusi pencetak uang negara.
Merespons cepat, Menkeu Purbaya langsung turun tangan. Dengan tegas, ia menyatakan pemerintah akan mengevaluasi total semua pegawai pajak. Menurutnya, langkah perbaikan harus ekstrem. Bahkan, ia memberikan ultimatum yang menggentarkan. Purbaya mengancam akan merotasi besar-besaran pegawai berisiko. “Nanti kita akan evaluasi. Kalau sudah jelas, kita akan ‘kocok ulang’ pegawai pajak. Kita putar-putar posisinya. Untuk yang kelihatan terlibat, kita akan ‘buang’ ke tempat terpencil atau kita rumahkan saja,” ujar Purbaya dengan blak-blakan di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Tak hanya ancaman mutasi, Purbaya juga membuka opsi lain. Ia menyatakan kemungkinan merumahkan pegawai yang terbukti bersalah. Timnya akan menetapkan sanksi dengan mempertimbangkan bobot pelanggaran. Namun sebelumnya, Purbaya tetap akan mendampingi mereka secara hukum. Hak ini berlaku karena status mereka sebagai pegawai Kemenkeu. Pendampingan akan berlangsung sampai ada putusan pengadilan yang tetap.
Sebelumnya, ternyata bukan hanya DJP yang mendapat ‘terapi kejut’ dari Purbaya. Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) juga sudah lebih dulu merasakan ‘angin dingin’ dari sang menteri. Bahkan, Purbaya sempat mengancam akan membekukan DJBC. Ancaman ini berlaku jika institusi itu tidak berbenah dalam setahun! Purbaya mengaku telah meminta waktu setahun kepada Presiden Prabowo Subianto. Waktu itu ia gunakan untuk memperbaiki DJBC. Menurutnya, jika tidak ada perubahan, ia siap mengambil langkah drastis. “Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerja dan masyarakat masih marah, Bea Cukai bisa kita bekukan. Kita ganti dengan SGS seperti zaman dulu. Jadi sekarang para pegawai Bea Cukai pasti paham betul ancaman yang mereka hadapi,” ancamnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).
Tekanan ini membuat Djaka Budhi Utama, sang Dirjen Bea Cukai, langsung kelabakan. Anak buahnya pun dipaksa bergerak super cepat. Mereka melakukan berbagai pembenahan kilat. Salah satu gebrakan terbaru adalah peresmian alat pemindai peti kemas (X-Ray) canggih di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemanfaatan teknologi dan pengembangan AI ini menjadi strategi utama. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan keamanan. Selain itu, DJBC juga meluncurkan aplikasi CEISA 4.0 Mobile. Aplikasi ini memiliki fitur SSR-Mobile untuk pelaporan mandiri. Bahkan, Djaka mulai memperkenalkan Trade AI, sistem cerdas buatan. Sistem ini dapat mendeteksi manipulasi nilai transaksi. Ia juga memantau potensi pencucian uang.
Tak cuma wacana, aksi nyata langsung mereka buktikan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan peredaran produk garmen ilegal. Mereka melakukan dua operasi terpisah. Djaka mengungkap penindakan ini menyasar tiga kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa. Operasi lain menyita dua truk bermuatan ballpress di tol Palembang-Lampung. Semua kontainer ilegal tersebut diangkut oleh KM Indah Costa. Kapal itu diketahui berasal dari Pelabuhan Kijang, Kepulauan Riau.
Deretan aksi kilat ini akhirnya meluluhkan hati Menkeu Purbaya. Alih-alih marah, ia justru memuji kinerja DJBC. Menurut Purbaya, para pegawai Bea Cukai sebenarnya sangat pintar-pintar. Mereka hanya butuh ‘dorongan’ keras. Kepintaran itu perlu diasah dengan cara dikritisi atau ‘digebuk-gebuk’. “Bea Cukai sudah bergerak sangat cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai itu pintar-pintar. Mereka hanya tinggal digebukin saja. Dua minggu digebuk, langsung keluar hasilnya,” puji Purbaya sambil tersenyum di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Jadi, simak baik-baik pesan ini! Era baru di bawah Menkeu Purbaya benar-benar membawa angin perubahan keras. Dari ruang rapat sampai pelabuhan, gelombang reformasi dan ancaman sanksi berat terus bergulir. Bagi para pegawai, pilihannya sekarang jelas: ikut berbenah dengan cepat atau bersiap untuk ‘dikocok’ ke tempat terpencil! Kinerja dan integritas menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
