PENONOME, Cinta-news.com – Gelombang kepanikan luar biasa mendadak menyapu seluruh pelosok negara Panama ketika guncangan gempa bumi berkekuatan dahsyat bermagnitudo 7,7 menghantam wilayah tersebut pada Jumat (9/10/2026). Sontak saja, bencana alam hebat ini langsung membuat jutaan penduduk terancam bahaya besar dan terpaksa menghentikan seluruh aktivitas harian mereka secara mendadak demi keselamatan jiwa.
Di tengah kepungan panik yang meluas, ribuan warga di kawasan pusat bisnis Panama City langsung berhamburan keluar memadati jalanan dari gedung-gedung pencakar langit demi menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman bahaya reruntuhan. Oleh karena itu, suasana jalanan utama kota seketika berubah menjadi sangat kacau dan dipenuhi riak tangis ketakutan dari para pekerja.
Meskipun lokasi ibu kota tersebut berada cukup jauh sekitar 200 kilometer dari titik pusat gempa, daya hancur getaran tersebut tetap terasa amat kuat hingga ke lantai-lantai teratas gedung. Bahkan, rekaman video gawai yang kemudian viral di jejaring media sosial memperlihatkan air kolam renang meluap drastis lalu tumpah dari puncak gedung pencakar langit berlantai lebih dari 20. Namun demikian, pihak kantor berita AFP secara resmi menegaskan bahwa pihaknya belum sempat memverifikasi keaslian video dramatis tersebut secara mandiri.
Jeritan Histeris Warga dan Momen Anak Terjebak di Sekolah
Selain itu, rasa cemas dan ketakutan mendalam akibat dahsyatnya guncangan itu juga langsung mencengkeram benak Juana Alveo, seorang perempuan berusia 38 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai kasir toko di Kota Penonome. Pasalnya, situasi berubah menjadi sangat menegangkan karena putri kesayangannya mendadak terjebak di dalam bangunan sekolah tepat saat bumi berguncang hebat.
Lantas, dengan nada suara yang masih bergetar hebat karena trauma, Juana menceritakan pengalaman traumatik tersebut secara terbuka kepada wartawan AFP. “Bencana ini terasa sangat mengerikan, bahkan sama sekali tidak menyerupai peristiwa apa pun yang pernah kami alami sepanjang hidup. Padahal putri saya sempat terjebak di dalam gedung sekolah, tetapi syukurlah kami semua akhirnya bisa selamat,” tutur Juana mengekspresikan rasa lega yang amat mendalam.
Pada saat yang bersamaan di Kota Santiago de Veraguas, kejutan mental serupa juga menimpa Luis Poveda, seorang pekerja pabrik setempat yang mengaku masih mengalami trauma berat akibat guncangan. Di samping itu, terputusnya jaringan komunikasi membuat dirinya menghadapi kesulitan besar saat mencoba menghubungi seluruh anggota keluarga tercinta untuk memastikan kondisi mereka.
Selanjutnya, Arnulfo Santos yang berprofesi sebagai buruh di sebuah pabrik tepung di kota yang sama turut membagikan kesaksian mencekam saat dahsyatnya getaran gempa melanda area tempat kerjanya. Maka dari itu, ia menggambarkan betapa suasana tempat kerjanya seketika berubah menjadi kekacauan massal yang melahirkan rasa takut luar biasa.
Seraya mengingat momen genting tersebut, Arnulfo menyampaikan kesaksian langsungnya secara terbuka kepada tim AFP. “Kami semua merangsek berlari ke luar bangunan untuk menyelamatkan diri, sementara kabel-kabel listrik di sepanjang jalan bergoyang amat keras, dan tak bersisa satu orang pun yang berani bertahan di dalam ruangan,” ungkapnya menggambarkan kepanikan massal warga setempat.
Akibatnya, detik-detik menegangkan itu terasa berjalan sangat lambat karena guncangan tanah yang dahsyat terus berlangsung selama kurang lebih satu menit penuh tanpa henti.
Infrastruktur Hancur Lebur dan Bandara Internasional Sempat Lumpuh
Berdasarkan analisis laporan mendalam dari kantor berita AFP, dampak kerusakan fisik akibat gempa hebat ini ternyata terkonsentrasi di wilayah bagian tengah Panama. Di mana kawasan yang mengalami kerusakan paling parah melingkupi wilayah Herrera, Azuero, Veraguas, hingga Los Santos yang menderita kehancuran infrastruktur cukup luas.
Bahkan, serangkaian dokumentasi gambar yang dirilis oleh media massa lokal memperlihatkan pemandangan tragis berupa sebagian konstruksi bangunan hotel di Penonome yang ambruk hingga meratakan tanah. Tak hanya itu, kota kecil yang mengalami kerusakan parah ini sebenarnya cuma berjarak sekitar 150 kilometer di sebelah barat daya Panama City.
Tak berhenti di situ, bangunan gereja bersejarah di Kota Penonome pun turut menderita kerusakan fisik yang sangat parah akibat guncangan gempa tersebut, sedangkan deretan bangunan lainnya tampak retak-retak di berbagai sisi. Di samping itu, keretakan permukaan jalan berukuran besar juga terlihat membentang luas di sepanjang wilayah Provinsi Veraguas.
Oleh sebab itu, guncangan gempa yang dahsyat ini membuat Bandara Internasional Panama City, yang memegang peranan vital sebagai pusat penerbangan utama kawasan Amerika Tengah, sempat ditutup sementara waktu.
Maka untuk mengantisipasi potensi bahaya gempa susulan, pihak Otoritas Penerbangan Sipil segera mengambil langkah tegas dengan mengalihkan rute sejumlah penerbangan ke beberapa bandara alternatif lain sebagai tindakan pencegahan darurat demi keselamatan penumpang.
Kondisi Terusan Panama dan Deretan Gempa Dahsyat Sepanjang 2026
Di sisi lain, pihak Otoritas Terusan Panama secara resminya memberikan konfirmasi menenangkan bahwa aktivitas pelayaran di kanal penghubung Samudra Pasifik dan Atlantik tersebut sama sekali tidak terganggu. Alhasil, terusan vital dunia itu tetap beroperasi dan melayani lalu lintas kapal secara normal seperti biasanya.
Memang pada dasarnya, fenomena bencana gempa bumi tergolong sangat jarang terjadi dan menyapu wilayah daratan Panama. Oleh karena itu, warga terkejut sebab bencana guncangan tanah umumnya lebih sering melanda kawasan Provinsi Chiriqui di bagian barat yang berbatasan langsung dengan negara Kosta Rika.
Namun demikian, peristiwa mencekam kali ini setidaknya resmi mencatatkan rekor baru sebagai bencana keempat dengan magnitudo di atas 7,0 yang sukses mengguncang kawasan Amerika Latin sepanjang perjalanan tahun 2026.
Sebelum bencana gempa besar ini terjadi, fenomena guncangan tanah berkekuatan hebat melanda wilayah Guaira di Venezuela secara beruntun pada bulan Juni lalu. Selanjutnya, gempa kuat yang merusak juga sempat menerjang wilayah barat negara Kolombia pada bulan Agustus, sehingga semakin menambah deretan peristiwa geologis besar di wilayah Amerika Latin.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
