BANDUNG, Cinta-news.com – Kabar gembira menggema di telinga Bobotoh! Persib Bandung akhirnya memastikan diri untuk kembali menggelar laga kandang di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ya, skuad kebanggaan Pangeran Biru ini terpaksa harus memindahkan dua pertandingan kandangnya ke SJH karena kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage yang masih memprihatinkan dan belum layak digunakan.
Alasan Klasik: Rumput GBLA Belum Siap Tempur
Bukan rahasia lagi jika kualitas rumput menjadi nyawa bagi permainan sepak bola modern. Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, dengan terus terang mengungkapkan bahwa kondisi rumput GBLA saat ini masih jauh dari standar yang dibutuhkan untuk menggelar pertandingan bergengsi. Dua laga krusial yang terancam terganggu adalah laga playoff Asian Champions League (ACL) 2 melawan Manila Digger FC dan laga pembuka Liga 1 2026/2027 kontra PSM Makassar. Kondisi ini tentu membuat para pemain dan pelatih berpikir ulang demi menjaga performa terbaik di atas lapangan.
Dispora Bandung Angkat Bicara: Surat Resmi Sudah Diterima!
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung dengan sigap mengonfirmasi bahwa surat resmi dari operator Liga 1 terkait permohonan penggunaan Stadion SJH sudah mereka terima. Kepala Dispora Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menjelaskan bahwa penggunaan stadion megah ini untuk dua pertandingan penting tersebut akan sepenuhnya mengikuti aturan retribusi daerah yang berlaku.
“Berdasarkan peraturan daerah, kami memberlakukan retribusi pelayanan tempat olahraga bagi pihak yang memanfaatkan Stadion SJH, baik itu untuk pertandingan taraf internasional, liga sepak bola nasional, maupun liga amatir atau komunitas,” ujar Dicky dengan tegas saat dikonfirmasi pada Senin (24/8/2026).
Harga Sewa Bikin Melongo: Rp160 Juta untuk Satu Hari!
Sekarang mari kita bicarakan angka yang pasti bikin banyak pihak tercengang. Berdasarkan Lampiran I Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung Nomor 9 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 10 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, biaya sewa Stadion SJH terbagi dalam beberapa kategori yang cukup variatif.
Untuk pertandingan internasional sekelas ACL 2, Persib harus merogoh kocek dalam-dalam. Jika pertandingan digelar sebelum pukul 18.00 WIB, tarif sewa yang dibebankan mencapai Rp112 juta per hari. Namun, jika pertandingan berlangsung setelah pukul 18.00 WIB, angka ini melonjak drastis menjadi Rp160 juta per hari! Bayangkan, hanya untuk satu hari penggunaan stadion, puluhan juta rupiah harus dikeluarkan.
Sementara itu, untuk kompetisi nasional seperti Liga 1, tarifnya masih terbilang lebih terjangkau. Sebelum pukul 18.00 WIB, biaya sewanya dipatok Rp85 juta per hari. Apabila pertandingan digelar malam hari setelah pukul 18.00 WIB, tarifnya naik menjadi Rp110 juta per hari. Angka ini tentu bukan main-main dan menunjukkan betapa berharganya fasilitas olahraga kelas dunia ini.
Sisi Positif: PAD Mengalir Deras!
Di balik besarnya biaya sewa, pihak Dispora Kabupaten Bandung justru menyambut hangat kepastian Persib untuk kembali menggunakan Stadion SJH. Mereka menilai keputusan ini sebagai angin segar yang membawa banyak manfaat. Selain akan menyemarakkan kembali atmosfer sepak bola di daerah, penggunaan stadion oleh Persib diyakini berpotensi besar menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung. Ini menjadi sinergi yang saling menguntungkan antara klub besar dan pemerintah daerah.
Jadwal Padat, Bentrok dengan FIFA ASEAN Cup?
Sesuai dengan jadwal yang sudah dirilis, Persib akan menjamu wakil Filipina, Manila Digger FC, pada babak playoff ACL 2 yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (31/8/2026). Hanya berselang enam hari kemudian, tepatnya pada Minggu (6/9/2026), Maung Bandung akan menghadapi PSM Makassar pada pekan perdana Liga 1 2026/2027.
Namun, ada potensi masalah yang mengintai! Penggunaan Stadion SJH untuk dua pertandingan Persib ini ternyata berpotensi berbenturan dengan agenda internasional lainnya. Stadion SJH sebelumnya telah ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai salah satu venue resmi untuk Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026. Wah, jadwalnya benar-benar berdekatan!
Menghadapi situasi ini, Dicky Anugrah menegaskan bahwa semua keputusan teknis pelaksanaan akan diserahkan sepenuhnya kepada PSSI. “Kami siap merespons surat dari operator Liga 1, terlebih lagi ini menjadi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, perihal penyelenggaraan yang waktunya berdekatan dengan FIFA ASEAN Cup 2026, kami menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI untuk memutuskan,” tutur Dicky dengan bijaksana.
Bedanya Turnamen FIFA dan Komersial!
Dicky kemudian menambahkan penjelasan penting mengenai perbedaan skema pembiayaan antara turnamen resmi FIFA dan pertandingan klub yang bersifat komersial. Untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026, pemerintah daerah tidak akan menarik retribusi sepeser pun dari penggunaan Stadion SJH. Hal ini dikarenakan turnamen tersebut merupakan bagian dari penugasan negara yang harus didukung penuh.
“Berkenaan dengan pertandingan dalam FIFA ASEAN Cup 2026, retribusi tidak berlaku. Dalam hal ini, pemerintah yang menyediakan fasilitas secara cuma-cuma untuk kepentingan nasional,” pungkas Dicky menegaskan.
Nah, Bobotoh, sekarang kita tinggal menunggu keputusan final dari PSSI terkait pengaturan jadwal ini. Yang jelas, Persib sudah siap tempur dan stadion pun sudah menunggu! Mari kita dukung bersama tim kesayangan kita di kandang baru mereka!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
