KEDIRI, Cinta-news.com — Modus kejahatan transaksi tatap muka alias Cash on Delivery lagi-lagi memakan korban yang bikin masyarakat mengelus dada. Kali ini, sebuah aksi perampokan brutal berkedok pembelian emas batangan seberat 95 gram bernilai fantastis menembus Rp250 juta mengguncang kawasan Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Senin (12/10/2026) petang.
Dua penjahat yang berhasil diringkus aparat kepolisian masing-masing bernama Matnasa (49 tahun) dan Mohali (51 tahun), yang mana keduanya merupakan warga asal Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura. Keduanya nekat menyamar menjadi pembeli kelas atas sewaktu menyepakati transaksi COD emas Antam bersama korban berinisial KL (33 tahun), seorang warga asal Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.
Aksi kejahatan yang tergolong sangat nekat tersebut akhirnya gagal total usai suami korban langsung mengambil tindakan heroik mengejar para pelaku mengendarai mobil hingga menabrak sepeda motor mereka sampai tersungkur bebas ke aspal.
Skenario Licik Perampokan COD Emas Rp250 Juta
Awal mula peristiwa kelam berkedok COD ini sebenarnya berawal dari pesan percakapan WhatsApp pada Senin pagi antara korban KL dan sosok pembeli misterius yang mengaku bernama Yuni. Melalui obrolan singkat tersebut, mereka berdua akhirnya menyepakati jual beli emas batangan Antam seberat 95 gram yang nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp250 juta. Tak hanya itu, kedua belah pihak lantas menentukan titik lokasi transaksi di sebuah rumah yang diklaim Yuni sebagai tempat tinggal pribadinya di Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri, sewaktu hari mulai sore.
Korban KL kemudian langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan didampingi sang suami tercinta mengendarai mobil berwarna merah. Namun siapa sangka, prosesi transaksi di dalam rumah tersebut rupanya cuma jebakan perampokan berkedok sistem COD yang sudah dirancang amat matang oleh para pelaku.
Momen mencekam berlanjut ketika korban sedang sibuk mengetik dan mencetak nota penjualan emas Antam, di mana para pelaku secara mendadak langsung menyambar emas ratusan juta tersebut lalu kabur melesat menunggangi sepeda motor tanpa menyetorkan uang sepeser pun.
“Aku bermaksud mengantar pesanan emas Antam ini langsung ke lokasi. Kemarin aku mendatangi rumah tersebut untuk COD, tapi pas aku di dalam rumah, emas belum sempat dibayar dan pelaku malah langsung kabur begitu saja,” ungkap KL saat memberikan kesaksiannya pada Selasa (13/10/2026).
Korban Terjebak di Rumah Berperangkap dengan Jendela Dipaku
Bukannya cuma membawa lari emas senilai ratusan juta rupiah, para penjahat ini bahkan tega mengunci pintu depan rumah dari luar demi menghalangi dan memperlambat langkah korban. Akibatnya, korban KL sempat terjebak sendirian di area ruang tamu dan kebingungan setengah mati mencari celah jalan keluar.
Bahkan, korban makin dibuat syok luar biasa setelah mendapati seluruh jendela rumah tempat transaksi tersebut ternyata sudah dipasangi paku berukuran raksasa supaya tidak bisa dibuka sama sekali dari dalam.
Berada dalam kepungan rasa panik yang membuncah, korban lantas berteriak histeris sekuat tenaga untuk meminta pertolongan suaminya yang tengah setia menunggu di dalam mobil di luar rumah.
Aksi Kejar-kejaran Bak Film Action: Mobil Merah Hantam Sepeda Motor Pelaku
Begitu mendengar jeritan histeris sang istri tercinta, suami korban bersama warga permukiman sekitar tanpa ragu langsung menginjak pedal gas dan meluncur mengejar kedua pelaku yang berusaha melarikan diri mengendarai sepeda motor.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian, terlihat jelas adegan menegangkan saat mobil merah milik suami korban memburu sepeda motor terduga pelaku secara intensif. Akhirnya, sang suami menghentikan pelarian kedua rampok tersebut secara dramatis dengan menabrakkan bagian depan mobilnya tepat ke arah belakang sepeda motor pelaku hingga mereka tersungkur hebat ke jalanan.
Sesaat setelah terjatuh, salah satu pelaku bahkan sempat mencoba merayap pelan menuju tepi jalan sebelum akhirnya gerombolan warga yang tersulut emosi langsung mengepung rapat lokasi tersebut. Tak ayal, amukan massa yang geram tak lagi bisa tertahankan sebelum kedua perampok tersebut akhirnya berhasil diamankan dan diserahkan ke pihak Kepolisian Sektor Mojoroto.
Beruntung, barang bukti yang sangat berharga berupa emas batangan murni seberat 95 gram tersebut berhasil diselamatkan dari dalam saku celana pelaku tanpa ada kekurangan sedikit pun.
“Alhamdulillah aku selamat, emas batangan ini juga berhasil diselamatkan. Suamiku benar-benar luar biasa karena mampu mengejar para perampok itu,” puji KL dengan nada penuh rasa syukur.
Polisi Terus Bergerak: Sosok Misterius Berinisial Yuni Kini Diburu Ketat
Kepala Kepolisian Sektor Mojoroto Kompol Rudi Purwanto membenarkan insiden penangkapan dua pelaku kejahatan bermodus COD yang berujung perampokan tersebut. Namun demikian, saat ini kedua tersangka terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat menderita luka-luka usai dihajar massa yang emosi.
“Mengenai kedua pelaku, saat ini mereka masih menjalani perawatan tim medis di rumah sakit,” tutur Kompol Rudi Purwanto saat memberikan keterangan resminya pada Selasa (13/10/2026).
Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pendalaman penyelidikan awal, tim penyidik berhasil mendeteksi keterlibatan dalang lain berinisial Yuni yang memegang peranan penting menyamar sebagai calon pembeli awal saat merancang kesepakatan transaksi COD tersebut.
“Oleh karena itu, buronan atas nama Yuni saat ini masih terus kami buru secara intensif,” tegas Kompol Rudi.
Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, jajaran kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa memperketat kewaspadaan sewaktu menjalankan sistem transaksi COD, terutama bila melibatkan barang-barang berharga yang bernilai sangat tinggi seperti emas batangan, perhiasan mewah, hingga perangkat elektronik.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
