Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tradisi Gulai Kambing Kamis di Masjid Gedhe Kauman: 1.700 Porsi Habis dalam Sekejap

YOGYAKARTA, Cinta-news.com – Hujan deras mengguyur Yogyakarta sejak siang hingga sore, tapi apa daya? Ratusan warga tetap memadati Masjid Gedhe Kauman saat waktu berbuka puasa tiba, Kamis (19/2/2026). Mereka datang bukan tanpa alasan. Setiap Kamis di bulan Ramadhan, masjid bersejarah ini menyulap serambinya menjadi surga kuliner dadakan dengan menu takjil spesial: gulai kambing! Tradisi ini sudah mengakar puluhan tahun dan terus dilestarikan hingga kini.

Tradisi yang Terus Hidup di Tengah Gempuran Zaman

Sore itu, sekitar pukul 16.30, para petugas mulai menata bungkusan coklat berisi nasi dan gulai kambing di atas piring. Mereka melengkapinya dengan tiga butir kurma di setiap piring. Di sudut lain, petugas sibuk menuangkan teh hangat ke dalam gelas plastik hijau. Aroma teh melati yang harum seketika memenuhi serambi masjid, berbaur dengan semangat kebersamaan yang terasa kental.

Sebelum waktu berbuka tiba, para jemaah duduk rapi di serambi. Mereka menyimak ceramah dari ustaz dengan penuh khidmat. Suasana terasa hangat meski hujan masih setia menemani di luar. Begitu sirine berbunyi, diikuti kumandang adzan Maghrib, serentak mereka membuka bungkusan coklat tersebut. Senyum merekah di wajah-wajah yang penasaran dengan cita rasa gulai kambing legendaris itu.

Bukan Hanya Warga Sekitar, tapi Juga dari Pelosok Yogyakarta

Salah satu pengunjung setia, Rifki Pratama, asal Baciro, Kota Yogyakarta, mengaku selalu menyempatkan diri mampir ke Masjid Gedhe Kauman selama Ramadhan. Biasanya, ia datang sepulang kerja sambil menunggu waktu berbuka dan melepas penat. Ia bisa datang hingga tiga kali dalam seminggu!

“Kalau tahun lalu, saya bisa seminggu tiga kali ke sini. Kan sekalian pulang kerja, nunggu waktu buka sambil istirahat,” ungkapnya dengan antusias.

Meski sering datang, baru kali ini ia berkesempatan mencicipi menu gulai kambing yang terkenal itu. “Sebenarnya sudah dengar kabar tentang menu khas ini, tapi belum pernah dapat. Baru sekarang saya merasakan gulai kambing di sini,” tambahnya.

Rifki mengaku menjadikan Masjid Gedhe Kauman sebagai tempat favorit untuk menunggu buka puasa karena suasananya yang berbeda. “Suasananya beda, paling sering ke sini memang,” ujarnya mantap.

Tak hanya Rifki, Mustaqim, warga Sedayu, Bantul, DIY, juga rela menempuh perjalanan belasan kilometer di tengah hujan. Ia datang sendirian karena istri dan anaknya sedang pulang ke rumah mertua. Mumpung anak-anak libur sekolah di awal Ramadhan, ia memanfaatkan momen ini untuk ibadah sekaligus memuaskan rasa penasaran.

“Sebenarnya sudah lama mendengar tradisi gulai kambing setiap Kamis, tapi baru kesampaian tahun ini,” katanya sambil tersenyum.

Ia mengaku ingin merasakan langsung pengalaman berbuka di masjid bersejarah ini. “Datang sendiri, kebetulan istri sama anak pulang ke rumah mertua. Mumpung anak libur sekolah di awal Ramadhan,” jelasnya.

Kini Dikelola Profesional, Porsi Ditambah Demi Kepuasan Jemaah

Agus Suratin (71), Panitia Takjil Masjid Gedhe Kauman, menceritakan bahwa tradisi membagikan gulai kambing ini sudah ada sejak ia masih kecil. “Sudah lama berlangsung, sejak saya kecil juga sudah ada,” kenangnya.

Namun, ia menggarisbawahi perbedaan mencolok antara dulu dan sekarang. Dulu, warga sekitar bergotong royong memasak gulai kambing di halaman masjid. Anak-anak kecil duduk lesehan di atas tikar, menunggu dengan sabar sambil sesekali bertanya, “Kapan matang, Mbah?”

Kini, pengelolaannya jauh lebih profesional. Pihak masjid tidak lagi memasak sendiri, melainkan bekerja sama dengan jasa katering yang telah melalui proses seleksi ketat. Mereka bahkan menerapkan sistem evaluasi ketat!

“Kalau masakan bau atau kualitasnya kurang baik, makanan akan kami kembalikan. Jika beberapa kali mengulangi kesalahan yang sama, ya akan kami coret dari daftar,” tegas Agus. Saat ini, sekitar empat katering telah terseleksi dan dipercaya menyajikan hidangan terbaik.

Ketua Takmir Masjid Kauman, Azman Latif, menambahkan bahwa pada Ramadhan tahun ini, jumlah menu takjil meningkat signifikan. Setiap hari, masjid menyediakan 1.500 porsi makanan berbuka. Namun, khusus hari Kamis dengan menu gulai kambing, jumlahnya melonjak drastis menjadi 1.700 porsi!

“Kamis Gulai Kambing itu kita sampai 1.700 porsi,” ucapnya bangga.

Antusiasme warga yang luar biasa ini membuktikan bahwa tradisi gulai kambing Kamis di Masjid Gedhe Kauman bukan sekadar bagi-bagi makanan. Lebih dari itu, ia menjadi simpul kebersamaan, tempat bertemunya berbagai kalangan, dari pekerja kantoran, mahasiswa, hingga keluarga muda. Hujan, macet, atau jarak tempuh yang jauh, semua terbayar lunas dengan seporsi nasi gulai kambing hangat dan segelas teh manis di masjid penuh sejarah ini.

Apakah Anda juga ingin merasakan sensasi berbuka dengan gulai kambing legendaris ini? Jangan sampai ketinggalan, datanglah setiap Kamis sore ke Masjid Gedhe Kauman!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *